Menyedikahkan, 4 Kamar Tidur untuk 22 Mahasiswa

by -

*Harapkan Asrama Pelajar di Semarang, Mess Dikontrak Sejak 2011- Patungan

insert- foto A ikpb semarang rapat

Foto A; ist
Mess Satam Belitung yang dikontrak sejak tahun 2011. INSERT: Suasana Rapat di Mess Satam Belitung

TANJUNGPANDAN-Berita dari Ikatan Keluarga Pelajar Belitung (IKPB) Cabang Semarang ini nampaknya bisa menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Belitung  dan Belitung Timur (Beltim). Mess mahasiswa IKPB yang ada di Semarang, ternyata membutuhkan perhatian serius. Sebab, mess yang hanya 4 kamar tidur (KT) dan 2 kamar mandi (KM) ini, dihuni 22 orang mahasiswa.
Demikian informasi yang disampaikan oleh citizen jurnalism Adriansyah kepada Belitong Ekspres. Berita mengenai kondisi mess mahasiswa IKPB Belitung tersebut juga dibenarkan oleh Ketua Mess Satam Belitung, Suryadi Hamid, seperti disampaikan kepada Adriansyah.
Suryadi sangat berharap segera ada Asrama Pelajar untuk mahasiswa asal Pulau Belitung. Sebab, saat ini kondisi mess terbilang memprihatinkan. Jadi, rumah dengan 4 kamar tidur dan 2 kamar mandi ini dihuni 22 orang mahasiswa.
Dijelaskan, mess ini merupakan hasil patungan mahasiswa semenjak tahun 2011 dengan harga Rp.11,5 juta saat ini dengan harga Rp.12 juta. Tujuan diadakannya mess ini, agar masyarakat dari daerah lain tahu bahwa ada mess pelajar Belitung. Selain itu, yang penting juga jika ada pelajar Belitung yang ingin belajar di Semarang, bisa tertampung dan mencari informasi.
Menurut Suryadi, mess ini bisa dimanfaatkan sebagai rumah singgah. “Kami membuka selebar-selabarnya bagi pelajar Belitung yang ingin singgah ke Mess Belitung ini dengan alamat Jalan Supriyadi Gg Kali Cari 4 No 64 bisa call saya ke nomor HP 081272912578 kami siap menjemput di Bandara, statisiun maupun terminal,’’ ungkap Suryadi dengan penuh semangat.
Senada dengan Suryadi, Suyetno yang saat ini bekerja sebagai Pembina Taruna di STIMART AMNI Semarang, menyatakan, keberadaan Asrama Pelajar Belitung saat ini sudah saat mendesak. Jika dibandingkan daerah lain yang sudah mempunyai asarama milik pemdanya, namun taruna maupun mahasiswa asal Belitung mempunyai inisiatif untuk mengontrak rumah dan diberi nama mess Belitung.
Ketua IKPB Cabang Semarang, Gunawan Prakoso yang juga Mahasiswa Fakultas Hukum Undip semester 7 ini mengatakan, dalam setiap rapat koordinasi seperti yang baru-baru ini digelar, salah satunya membahas masalah mess IKPB. Semua anggota berharap, pemerintah bisa memperhatikan masalah mess ini.
Gunawan mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda Belitung mengenai keberadaan asmara pelajar milik Pemda Belitung. Sayangnya, karena beberapa kendala keberadaan asrama tersebut tertunda lagi realisasinya.
“Melalui kegiatan ini (rapat,Red) kami berharap pemda Belitung dapat kembali memfasilitasi keberadaan asarama tersebut, sehingga nantinya pertemuan tidak lagi meminjam tempat seperti sekarang ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pihak STIMART AMNI yang telah memfasilitasi pertemuan pelajar Belitung,’’ terangnya.
Gunawan mengajak mahasiswa asal Belitung untuk aktif di IKPB. Sebab, IKPB merupakan wadah untuk mahasiswa bersosialiasi dan dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan Pulau Belitung.

Terpisah, Ketua AMNI melalui Puket II Supriyanto, S,Sos  MM dan Puket III Agus Santosa Ssos, MM menyambut baik organisasi mahasiswa daerah khusus Belitung. Alasannya, sampai saat ini mahasiswa asal Belitung tidak pernah putus berkuliah di AMNI. Puket III berharap, mahasiswa Belitung dapat membaur dengan mahasiswa lain meskpiun mempunyai organisasi atau paguyuban daerah.
Senada, Puket II siap mendukung dan memfasilitas pertemuan mahasiswa kapan saja dibutuhkan. Sebab, selama ini mahasiswa Belitung tidak pernah mempunyai catatan buruk.
“Sejauh ini yang kami ketahui alumni AMNI pun sudah banyak yang beperan pada pemerintahan Kabupaten Belitung. Antara lain Taufik Rizani, Amd Almuni AMNI Semarang yang saat ini menjadi Ketua DPRD Kab Belitung tercatat pada sebagai angkatan 30 (tigapuluh),’’ terangnya.(agu)