Meydianto “Narkoba” Dituntut 4 Tahun Penjara

by -

*Terdakwa Mengaku Pasrah, Tak akan Banding

TANJUNGPANDAN-Kejaksaan Negeri Tanjungpandan menuntut hukuman penjara empat tahun terhadap Meydianto, terdakwa kasus penyalagunaan narkoba di Belitung. Tuntutan jaksa ini disampaikan dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (19/8) kemarin dengan agenda penyampaian tuntutan.
Sidang ini dipimpin Hakim Ketua Ferdinaldo serta didampinggi Hakim Anggota Saeful Imam dan Mahendra Adhi Purwantara. Selain dituntut empat tahun penjara, Maydianto juga dikenakan denda Rp 800 juta atau Subsider kurungan selama dua bulan.
Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Tumpal Sitinjak mengatakan, setelah menimbang dari keterangan saksi-saksi dan barang bukti, terdakwa dinyatakan bersalah.
Terdakwa terbukti bersalah, secara sah melanggar Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Yakni terdakwa memiliki, memegang, menguasai dan menyediakan Narkoba Golongan I, bukan jenis tanaman.
“Hal-hal yang memberatkan, akibat tindakan terdakwa, membuat masyarakat resah. Dan juga terdakwa melanggar program negara tentang Indonesia bebas narkotika. Namun, hal-hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan saat persidangan,” pungkasnya.
Menanggapi tuntutan dari Jaksa, Maydianto memilih menerima dan tidak melakukan banding (Pledoi). Sebab, tuntutan empat tahun dan denda Rp 800 juta serta Subsider kurungan selama dua bulan nilai adil menurutnya. “Saya terima dan tidak memilih banding,” katanya.
Setelah mendengarkan pernyataan dari Maydianto, Hakim Ketua dalam persidangan ini, belum dapat memutuskan putusan dari sidang ini. “Kita masih bermusyawarah dulu. Sidang lanjutkan Rabu (26/8) mendatang dengan agenda putusan,” pungkasnya. (kin)