Minim Lampu Pandu, Perairan Laut Tanjung Binga Rawan Kecelakaan

by -
Minim Lampu Pandu, Perairan Laut Tanjung Binga Rawan Kecelakaan
Jajaran kapal nelayan di Desa Tanjung Binga.

belitongekspres.co.id, SIJUK – Perairan laut Desa Tanjung Binga, minim lampu pandu. Sampai saat ini baru ada 3 titik lampu pandu yang terpasang di batu karang. Hal ini tentu sangat membahayakan bagi nelayan yang melewati atau melewati daerah yang ada batu karang tersebut.

“Di perairan laut Tanjung Binga hanya beberapa titik yang terpasang lampu pandu. Sampai saat ini lampu pandu navigasi di wilayah sini baru ada 3 titik. Tentu ini sangat membahayakan nelayan,” kata Kepala Desa Tanjung Binga, Tarrape kepada Belitong Ekspres, Senin (21/9).

Menurut Tarrape, sebelumnya dia telah menyampaikan kondisi pada saat musrembang, tetapi tahun 2018 hanya 3 titik koordinat dipasang lampu pandu tersebut. Sedangkan belasan titik koordinat lain yang ada di perairan Tanjung Binga, belum bisa diakomodir.

“Alhamdulillah, masuk anggaran APBD kabupaten di Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung. Dan terakomodir 3 unit lampu di tahun 2018, dari yang kami usulkan yang jumlahnya ada 15 titik,” jelas Tarrape.

Dikatakannya, lampu tersebut sangat berguna ketika kapal atau bagan nelayan yang kembali ketika malam hari ataupun ketika hujan lebat. “Kecelakaan sering sekali, terutama saat pulang malam dengan angin kencang, bagan yang sering,” terangnya.

Salah satu nelayan Kecamatan Tanjung Binga Sijuk Andil mengungkapkan, lampu pandu navigasi itu penting bagi nelayan maupun pengguna laut lainnya. Oleh karena itu, ia berharap lampu tersebut bisa segera dipasang di semua titik yang ada.

“Itu sangat penting, apalagi saat kita kelaut malam hari atau musim ujan seperti ini, terutame sinek jalur pariwisata untuk kepulau kan juak,” ungkap Andil

Andil menambahkan, lampu tersebut berguna untuk mencegah kecelakaan atau kerusakan kapal akibat menabrak batu karang. “Rawan kecelakaan di laut kalau tidak ada lampu di batu karang itu, beberapa hari lalu ada kapal yang nabrak batu, hingga boatnya rusak,” pungkasnya. (dod)