Minta Diberikan Peltihan Keterampilan

by -

MANGGAR – Sebanyak 80 orang lanjut usia (lansia) mengikuti Sarasehan Lansia Dalam Rangkaian Hari Lansia Nasional 2015 di Gubok Beransai A1 Bukit Samak Desa Lalang Kecamatan Manggar, Kamis (22/10) kemarin.

Dalam sarasehan para lansia dari berbagai desa di seluruh kecamatan ini mendengarkan pemaparan dari Sekretaris Komnas Lansia RI, Heru Martono. Mereka membahas bersama mengenai berbagai permasalahan lansia di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dirinya, dengan bernyanyi, mendongeng, berpantun, dan melakukan atraksi lainnya.

Kepala Bidang Pelayanan, Rahabilitasi dan Bantuan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Beltim, Syahril menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka program pelayanan peningktan kesejahteraan sosial lansia. Ia menyatakan pemerintah, masyarakat dan keluarga bertanggung jawab atas terwujudnya upaya peningkatan kesejahteraan lansia.

“Kita ingin mencari membahas apa sebenarnya persoalan lansia di kabupaten Beltim ini. Kita tau lasia secara fisik, mental dan sosial mereka sudah mengalami kemunduran. Mereka juga sudah sudah rawan terhadap penyakit, menurun dalam produktifitas dan hubungan komunikasi sudah terbatas,” ungkap Syahril.

Ia menyebutkan dari data PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) tahun 2014 lalu, terdapat 8835 orang lansia di Kabupaten Beltim. Para lansia ini terdiri dari 5536 orang lansia potensial, 1750 orang non potensial, 180 orang lansia disabilitas (cacat), dan lansia terlantar 149 orang, mereka adalah para lansia yang kurang mendapat perhatian dan pembinaan dari keluarganya.

“Untuk itu kita akan memfokuskan program pada lansia-lansia yang kurang mandapatkan perharian dari keluarga serta lansia disabilitas. Ini salah satu permasalahan yang kita bahas dalam sarasehan hari ini. Kita akan membuatkan Panti Jompo bagi para lansia mudah-mudahan anggarannya disetujui,” tambahnya.

Salah seorang perwakilan lansia, Rihani Deris (67) mengatakan kepedulian pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten terhadap lansia sudah cukup baik. Hanya saja Ia menyangkan kurangnya perhatian dari pemerintah desa.

“Kita berharap pemerintah akan membuatkan rumah jompo untuk para lansia yang kurang mendapatkan perhatian keluarga. Sebenarnya kita ini kalau dari kabupaten sudah sering dibantu, seperti dengan mengadakan kegiatan ini. Dan juga kegiatan untuk memberikan harapan dan kebahagian bagi kaum lansia. Hanya saja sayangnya pemerintah desa kurang merespon,” terang Rihani.

 

Untuk itu, Warga Kecamatan Kelapa Kampit ini berharap pada tahun-tahun selanjutnya pemerintah kabupaten dan desa akan bersinergi untuk memberikan program-program peningkatan kesejaheteraan bagi kaum lansia di Kabupaten Beltim.

“Berikanlah program-program pelatihan keterampilan bagi kaum lansia. Seperti membuat anyaman, sulaman, merujit rambut, dan lain-lain. jika pun ada lansia yang masih berusaha tambah dengan bantuan pinjaman modal usaha, supaya nantinya kterampilan ini akan diteruskan kepada anak cucu,” kata Rihani. (feb)