Mintos Tabrak Pohon Durian

by -

//Coba Kabur dari Sergapan Polisi

PANGKALPINANG – Sembilan jam usai menerima laporan, Satuan Buru Sergap (Buser) Polsek Taman Sari berhasil membekuk Hendri alias Mintos (36) di desa Lampur kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Selasa (18/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Warga Opas kelurahan Opas Indah kecamatan Taman Sari Pangkalpinang ini dibekuk karena melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap Doni Wibowo (25), warga Sumberejo kecamatan Taman Sari.
Proses penangkapan Mintos menegangkan tapi lucu. Kanit Buser Polsek Taman Sari, Bripka Andi Lesmana dan sejumlah anggotanya yang mengetahui keberadaan Mintos di rumah sang mertua di desa Lampur kecamatan Sungai Selan kabupaten Bangka Tengah (Bateng) langsung menuju lokasi dan mengepung segala penjuru rumah untuk mempermudah proses penangkapan.
Saat hendak ditangkap, Mintos sedang terlelap tidur bersama sang istri di salah satu kamar di rumah tersebut. Namun, Mintos yang mengetahui kedatangan polisi dari arah pintu depan rumah, berusaha kabur dari sergapan. Berbekal postur badan yang kurus tinggi, Mintos dengan mudah lepas dari sergapan polisi yang sudah berjaga-jaga di pintu belakang.
Namun karena tidak rela ditangkap polisi bercampur rasa panik, Mintos tidak lagi melihat pohon durian yang berdiri tegak di belakang rumah sang mertua. Tak ayal, pelariannya pun terhenti, karena menabrak pohon durian. Ia pun sempat meringis karena menahan sakit bertabrakan dengan pohon durian. Polisi pun dengan mudah meringkus Mintos yang sedang terbaring di tanah.
Kepada Radar Bangka di Mapolsek Taman Sari, Mintos mengaku terpaksa melakukan pemerasan karena tidak mempunyai uang untuk memenuhi keperluan rumah tangganya. “Saya memeras karena tidak punya uang lagi untuk kebutuhan rumah tangga saya. Mana anak saya baru berusia 14 hari. Dimana saya mau cari uang untuk beli susu anak saya,” kata Mintos dengan wajah sedih.
Ia pun berharap masalah yang menimpanya dapat diselesaikan secara keluargaan mengingat kesedihan buah hatinya yang masih kecil. “Kalau bisa, saya mau berdamai dengan korban, saya janji tidak mengulangi lagi perbuatan ini saya malu dengan keluarga saya,” ucapnya.
Ia juga mengaku jika saat memeras korban, dirinya dalam kondisi mabuk Minuman Keras (Miras). “Semoga saja korban bisa memaafkan saya. Waktu itu jujur saya lagi mabuk miras, akal saya lagi buntu untuk mencari uang kemudian saya mendatangi mas-mas itu dan saya meminta uang secara paksa,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Taman Sari, Kompol Nur Samsi kepada Radar Bangka, Selasa (18/8) pukul 10.00 WIB mengatakan pihanya telah mengamankan tersangka kasus pemerasan dan pengancaman. “Tersangka telah kami tangkap dan diamankan di sel Mapolsek Taman Sari untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut tersangka merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2014. Tersangka kita kenakan Pasal 368 KUHP dan pengancaman kita kenakan Pasal 369 KUHP dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun,” pungkasnya. (Ode)