Miris! Dua Pendatang Jadi Maling Buat Bayar Kontrakan

by -
Miris! Dua Pendatang Jadi Maling Buat Bayar Kontrakan
Polisi saat menunjukkan barang bukti senapan angin dan kedua tersangka di Polsek Tanjungpandan, Rabu kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dua orang pendatang dari luar Belitung diamankan polisi. Pria berinisial RZ (33) warga Palembang dan Zk (33) warga Bandung, ditangkap Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan, setelah melakukan tindak pidana pencurian di Kawasan Kelekak Usang, Minggu, lalu.

Saat ini keduanya sudah berada di Polsek Tanjungpandan untuk dilakukan pemeriksaan. Dari tangan tersangka, Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan mengamankan satu buah senapan angin hasil curiannya.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma Rahma Saputra mengatakan, kedua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini ditangkap di dua lokasi berbeda di Kabupaten Belitung.

Dijelaskan Ipda I Made, untuk RZ diamankan di kawasan Jalan Hasan Saie, Kecamatan Tanjungpandan. Sedangkan ZK ditangkap Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan di kawasan Suka Tani, Batu Itam, Kecamatan Sijuk.

“Sebelum mereka diamankan, kami mendapat laporan dari korban atas nama Arif. Yang bersangkutan melaporkan adanya barang hilang di kediamannya. Yakni senapan angin,” kata Ipda I Made, Rabu (2/12) kemarin.

Usai mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Hingga akhirnya jajaran kepolisian berhasil mengamankan kedua tersangka.

Pria asal Pulau Dewata ini menambahkan, alasan kedua tersangka melakukan perbuatan kriminalitas tersebut lantaran desakan ekonomi. Yakni tak memiliki uang untuk membayar kontrakan dan menyewa kendaraan.

Sebelum kedua tersangka melakukan perbuatannya, mereka terlebih dahulu mendatangi korban. Yakni pinjam uang dengan jaminan Handphone. Namun pada saat mereka berada di rumah korban, kedua telah telah memantau situasi.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dengan Pasal 363 Ayat 1 ke 4 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Pencurian. Ancaman hukumannya enam tahun penjara,” pungkas Ipda I Made. (kin)