Miris! Siswi SMP Tanjungpandan Jadi “Piala” Bergilir 3 Remaja Putus Sekolah

by -
Miris! Siswi SMP Tanjungpandan Jadi "Piala" Bergilir 3 Remaja Putus Sekolah
Ilustrasi

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Tiga remaja laki-laki di bawah umur ditangkap Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan, akhir pekan lalu. Para remaja putus sekolah ini diduga melakukan persetubuhan terhadap pelajar SMP, sebut saja Bunga (15) warga Tanjungpandan.

Masing-masing pelaku yang diamankan yakni Ad (15), SH (15) dan AM (15) warga Tanjungpandan. Ketiganya dijemput aparat kepolisian di kediaman masing-masing, yang berada di kawasan Tanjungpandan, setelah dilaporkan oleh orang tua korban.

Kapolsek Tanjungpandan AKP Poltak Purba mengatakan, ketiga remaja tersebut kini telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini juga polisi masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan korban, serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.

“Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun dengan pasal yang berbeda. Sebab salah satu dari tersangka ada dugaan unsur kekerasan pada saat melakukan perbuatan tersebut,” kata AKP Poltak kepada Belitong Ekspres, Senin (23/11) kemarin.

“Untuk AD dan AM, dikenakan Pasal 81 Ayat 1 Undang-undang (UU) nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan anak. Juncto UU RI Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak,” sambungnya.

Sedangkan untuk SH, Polisi menjeratnya dengan Pasal 81 Ayat 2 Undang-undang (UU) nomor 17 tahun 2016. Yakni tentang penetapan Pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan anak. Juncto UU RI Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem Peradilan.

“Ancaman hukumannya sepuluh tahun penjara. Untuk para pelaku mereka masih di bawah umur. Namun putus sekolah. Sedangkan untuk korban kabarnya masih pelajar,” pungkas Kapolsek Tanjungpandan.

Sementara itu AD mengatakan, peristiwa ini berawal saat dia menjalin kasih dengan korban. Waktu itu AD sempat mengajak Bunga untuk berhubungan layaknya suami istri, di rumahnya pada Bulan Juni 2020 lalu.

Namun korban pada waktu itu menolak. Meski begitu tersangka tetap memaksa hingga terjadilah hal yang tak diinginkan oleh Bunga. “Iya saya yang memperawani-nya,” kata AD sembari tersenyum.

Menurutnya usai melakukan perbuatannya tersebut, dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan wanita ini. Hingga akhirnya, Bunga menjalin kasih dengan teman AD, yakni AM. “Pada saat aku pacaran sama dia hanya melakukan hubungan itu satu kali. Setelah itu baru dia pacaran sama AM dan SH,” pungkasnya.

Sementara itu tersangka AM masih enggan berkomentar banyak mengenai perbuatannya. Meski begitu dia mengaku telah mengagahi Bunga sebanyak enam kali di lokasi dan waktu yang berbeda.

“Malu untuk cerita. Benar saya melakukan hubungan itu sebanyak enam kali,” kata pria yang tidak tamat SMP ini. Sementara itu, untuk SH juga belum bisa dikonfirmasi. Sebab, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan. (kin)