Mitan Masih Andalan Warga

by -

*Rela Antri Berjam-jam Di Bawah Terik Matahari

foto tengah 1 foto b

Foto B- tengah 1: ainul yakin/be
MASIH BUTUH: Warga penerima kupon jatah mitan yang rela antri meski terik matahari.

TANJUNGPANDAN- Bahan bakar minyak jenis minyak tanah (mitan) ternyata masih menjadi andalan warga Belitung menyusul belum terelaisasinya konversi BBM ke Gas di Bangka Belitung sampai sekarang. Selain, irit, harga subsidi yang diberikan pemerintah dianggap bisa membantu mengurangi beban pengeluaran warga. Akibatnya, meski  kadang  cuaca panas, , warga penerima jatah mitan rela antri berjam-jam.
Antrean jatah mitan seperti terlihat di di Pangkalan Damai, Jalan Anwar, Jumat (27/2) siang kemarin. Mereka antri sejak pukul 12.00 WIB, demi mendapatkan lima liter minyak tanah dengan harga Rp 15.500. Tidak hanya kaum ibu, para bapak-bapak usai melaksanakan Salat Jumat, langsung menuju ke lokasi untuk mendapatkan mitan tersebut.
Darmawan, salah satu warga Jalan Marakas, yang ikut mengantri mengungkapkan, dirinya sudah mengantri bersama sejumlah rekannya sejak pukul 12.30 WIB, untuk mendapatkan giliran pembagian mitan tersebut.
“Setelah pulang Jumatan, saya langsung ke sini. Kami mendapat jatah lima liter per orang (per keluarga,red) dengan harga terjangkau. Kalau beli eceran Rp 8 ribu, tapi kalau beli disini lebih irit, Rp 15.500 sudah dapat lima liter,” ujarnya kepada Belitung Ekspres, Jumat (27/2) kemarin.

Darmawan menjelaskan, dirinya sudah belasan tahun mengantri mitan di tempat tersebut. Alasan utama ia memilih mitan, lantaran irit dan juga tidak berbahaya. Selain itu, kualitas rasa lebih enak, dibandingkan memakai LPG saat memasak.

“Sejak tahun 2000, saya sudah mengantri di tempat ini. Sekarang sudah tidak seperti dulu. Kalau dulu, semua orang bisa beli, tapi kalau sekarang, mereka yang beli dikasih kupon,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu ibu asal Jalan Anwar mengaku, dia mengantri ke tempat tersebut sejak pukul 11.30 WIB. Meski kondisi cuaca saat itu sangat panas terik, namun ibu ini tetap rela antri demi mendapatkan lima liter mitan.
“Sebulan kami hanya mendapatkan dua kali pembelian. Tiap pembelian kami dapat lima liter, jadi per bulan kami mendapat stok 10 liter. Stok tersebut, bagi saya tidak cukup karena banyak keperluan yang harus kami pakai, di antaranya memasak dan ngelimbang,” pungkasnya. (Kin)