Modus Penipuan Catut Nama BNN

by -
ilustrasi. Foto : Dok Jawapos.com

*Uang Jutaan Rupiah Lenyap

TANJUNGPANDAN – Modus penipuan yang mengatasnamkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung, marak terjadi beberapa pekan ini. Motifnya, pelaku menelpon korban dan meminta uang dengan alasan anaknya ditangkap. Sejumlah uang tebusan lalu disuruh ditransfer ke nomer rekening pelaku.

Plt Kepala BNN Kabupaten Belitung Dahnial mengatakan, peristiwa ini pernah terjadi di Tanjungpandan. Saat itu, dia didatangi seorang ibu dan menceritakan kronologis penipuan yang dialaminya.

Kepada Dahnial, korban menceritakan ada seseorang yang menelpon dan menceritakan anaknya ditangkap BNN. Wanita asal Tanjungpandan ini langsung panik usai mendengar cerita anaknya kedapatan mengkonsumsi dan mengedarkan narkoba.

Lalu, oleh pelaku korban disuruh transfer sejumlah uang yang nilainya jutaan rupiah. Merasa ketakukan akhirnya, wanita ini mentransfer ke ATM yang telah diarahkan. Usai mentransfer dia langsung pulang.

Setiba di rumah, dia mendapati anaknya sedang makan. Lalu, wanita ini merasa curiga. Setelah itu, anak tersebut ditanyai oleh ibunya dan berkata baru pulang ke rumahnya siang, lantaran ada tugas di sekolahnya.

“Dia juga kaget. Setelah itu, dia baru tahu dan merasa ditipu. Mengetahui hal tersebut, wanita ini langsung melaporkan ke BNN Kabupaten Belitung,” ujar Dahnial kepada Belitong Ekspres, Jumat (18/1) kemarin.

Setiba di BNN wanita ini mengungkapkan peristiwa yang dialaminya. Dari pihak BNN Belitung menyarankan korban untuk melapor, namun ia tidak mau lantaran malu. Sehingga, wanita tersebut merelakan uangnya.

Tindakan dari BNN Kabupaten Belitung, berusaha untuk menelepon pelakunya. Namun sayangnya, nomor tersebut tidak aktif. “Saya sudah melacak nomor itu, ternyata nomor telepon itu, berasal dari Sumatera Utara,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut tidak terulang, Dahnial mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan hal-hal yang mengatasnamakan BNN Kabupaten Belitung. Sebab, itu adalah penipuan.

“Jika merasa ada yang mencurigakan, misalnya ada orang mengaku-ngaku dari BNN minta ini itu, langsung datang ke tempat kami. Kita akan cek kebenarannya,” pungkas Dahnial. (kin)