Molen Aklil Jabat Pjs Bupati OKU

by -

PANGKALPINANG – Lama tak terdengar, nama Maulan Aklil atau biasa disapa Molen kembali mencuat. Hal ini lantaran mantan calon Wakil Walikota pada Pilwako 2013 itu kini menjabat Pjs Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel).
Kepastian tersebut setelah ia melaksanakan pelantikan sebagai pjs yang dipimpin secara langsung oleh gubernur Sumsel, Alex Noerdin di Griya Agung, Palembang. Kepada wartawan, Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Marsyahbana mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Molen.
Untuk itu disela-sela kesibukannya, saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Investasi Penanaman Modal Daerah Sumsel, Marsyahbana menyempatkan diri menghadiri pelantikan Molen yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri.
Kata dia, apa yang telah didapat Molen tak lepas dari kerja keras selama ini yang dilakukan Molen. “Saya sangat bangga terhadapnya (Molen,red), berkarir di negeri orang dan di percaya menjadi Pjs Bupati Baturaja, OKU,” ungkap Marsyahbana, Selasa (25/8) kemarin.
Dia berharap, kelak Molen bisa menularkan di tanah kelahirannya, terhadap apa yang diperolehnya di negeri orang tersebut. “Saya sangat mengharapkan Molen akan terus berkarya di negeri orang dan mengharumkan nama Bangka Belitung. Moga suatu saat nanti kalau ada rejeki baru bisa berkarya di tanah kelahirannya,” harap Politisi Partai Gerindra ini.
Molen sendiri sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah Sumatra Selatan. Molen yang saat ini berusia 36 tahun menamatkan Strata 1 (S-1) di Fakutas Ekonomi Pembangunan, Unsri, begitu pun dengan S-2 nya di universitas yang sama.
Sementara ketika dihubungi via telepon selular, Kabag Umum Pemkab OKU, Januar Effendi mengungkapkan jika Molen akan langsung melaksanakan tugasnya sebagai Pjs terhitung sejak dilantik. Beberapa tugas pun dilanjutkan Januar telah menanti Molen semasa jabatannya hingga disahkannya bupati definitif.
“Yang jelas adalah menjembatani proses pilkada hingga berjalan dengan sukses. Selanjutnya adalah mengendalikan jalannya pemerintahan agar tetap lancar. Selain itu juga untuk melanjutkan aktifitas pembangunan di OKU,” terangnya.
Molen juga dihadapkan dengan tugas lainnya yang cukup signifikan yakni adanya pengesahan anggaran. “Kewenagan bapak Maulan sendiri tetap penuh karena didasari oleh kebutuhan. Karena jika harus menunggu sampai Februari kalau tidak diberikan kewenagan untuk itu akan terjadi vakum. Sementara bupati nantinya akan mulai tugasnya setelah adanya pengesahan anggaran,” tandasnya. (tya/rga)