Molin Bantu Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

by -
Molin milik Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial (P3AS) Kabupaten Belitung, setiap pagi Minggu selalu terparkir di kawasan Pantai Tanjungpendam, dengan beserta beberapa konselor siap membantu masyarakat.
Molin milik Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial (P3AS) Kabupaten Belitung, setiap pagi Minggu selalu terparkir di kawasan Pantai Tanjungpendam, dengan beserta beberapa konselor siap membantu masyarakat.
Molin milik Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial (P3AS) Kabupaten Belitung, setiap pagi Minggu selalu terparkir di kawasan Pantai Tanjungpendam, dengan beserta beberapa konselor siap membantu masyarakat.
Molin milik Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial (P3AS) Kabupaten Belitung, setiap pagi Minggu selalu terparkir di kawasan Pantai Tanjungpendam, dengan beserta beberapa konselor siap membantu masyarakat.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Satu unit mobil yang bernama Molin milik Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial (P3AS) Kabupaten Belitung, setiap pagi Minggu selalu terparkir di kawasan Pantai Tanjungpendam.

Keberadaan mobil ini Tanjungpendam setiap pagi Minggu, merupakan sosialisasi kepada masyarakat Belitung dalam hal penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Di samping itu juga fungsi mobil itu adalah operasional untuk penyuluhan dan investigasi kasus,” kata kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial (P3AS) Kabupaten Belitung Haziarto kepada Belitong Ekspres.

Program tersebut bekerjasama dengan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak ( P2TP2A) Kabupaten Belitung. Di dalam mobil ini juga ada beberapa konselor yang akan membantu pelapor.

“Coba menawarkan kepada masyarakat, kalau misalnya ada kesulitan untuk konsultasi tentang permasalahan yang menyangkut keluarga. Sebab, ini kan terkait dengan pemberdayaan, salah satunya memberikan konsultasi,” jelasnya.

Hingga saat ini sudah beberapa kasus yang masuk di dalam laporan dan ditemukan masalahnya. Mereka langsung membedah masalahnya dan dicarikan jalan keluarnya.

“Karena di situ hadir, kawan-kawan yang menampung keluhan masyarakat, kalau ada tindak kekerasan dalam rumah tangga. Nanti laporan itu kita analisa dan baru kita tindak lanjuti dengan memanggil atau investigasi ke tempat keluarganya dengan tim datang ke sana,” beber Haziarto.

Lebih dia mengatakan, bahkan ada laporan yang sudah sampai tahap mediasi. Pihaknya mempertemukan terlapor dengan pelapor di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial (P3AS) Kabupaten Belitung, sehingga mendapatkan jalan keluarnya.

“Tempatnya di situ untuk memancing masyarakat agar jangan mendiamkan masalah yang timbul dalam keluaraganya, agar keluarganya bisa harmonis, dan ketahanan keluarga itu bisa terjaga. Nah itu harapan kami,” harapnya.

Haziarto menilai dengan adanya kegiatan atau program ini merupakan hal positif, di mana bertujuan untuk mengurangi dampak dari permasalahan rumah tangga yang terjadi nanti.

“Ini untuk mengurangi tingkat kekerasan dalam rumah tangga, mengurangi terjadi broken home, karena kalau terjadi perceraian, anaknya yang menjadi korban dampaknya nanti,” tandasnya. (dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *