Momon Kritisi Tambang di Belitung

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

TANJUNGPANDAN-Salah satu warga masyarakat Belitung Momon menyarankan, kepada pihak pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertambangan Kabupaten Belitung, agar tidak sekadar mempermudah dalam meloloskan seluruh perizinan yang berkaitan dengan usaha pertambangan di Belitung.
Namun, lanjut salah satu tokoh masyarakat Belitung, perlu dipikirkan solusinya pasca dilakukannya aktivitas penambangan di sejumlah wilayah di Kabupaten Belitung. “Jangan hanya menguntungkan bagi pihak pengusaha, tetapi justru menyakitkan dan menjadi penderitaan bagi masyarakat kita,” ungkap Momon kepada BE Senin (15/6) lalu, di Ruang Rapat Kantor Bupati Belitung.
Momon dengan nada sedikit tinggi mengatakan, tidak ada problem bagi para penambang dalam melakukan aktivitas penambangan di Kabupaten Belitung, namun yang terpenting dan perlu dipikirkan adalah eks tambang setelah itu mau dijadikan apa. “Sekarang untuk nambang di Belitung ini terbilang sangat mudah. Siapun itu dibalik pengusaha, kami siap pasang badan,” kata dia.
Dirinya berharap, setelah pertemuan digelar hari ini (Senin 15/6) lalu, harus ada rekomendasi untuk dibawa ke DPRD Belitung. Tujuannya, untuk menghadirkan solusi yang bijak. “Jika memang Pemerintah Daerah Belitung tidak memberikan solusi yang bijak, maka kita akan tuntut dan bawa persoalan ini ke DPRD Belitung,” ujarnya. 
Momon meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk tidak menutup mata dan tellinga. Sebab, seluruh persoalan kemasyarakatan yang terjadi hingga saat ini tidak lepas dengan kebijakan pemerintah daerah.
Masalah pertambangan ini jangan sembarangan menerbitkan izinnya. Diketahuinya, izin pertambangan hanya dapat berlaku hingga batas lima tahun. “Nanti tanah di Belitung ini lama-lama bisa habis. Jadi, tolong berpikir jernih ke depan untuk sepuluh, dua puluh tahun kedepan,” tukasnya.(mg2)

Rate this article!
author

Author: