Motif Pembunuhan Ibu-Anak Terus Diselidiki Keluarga Aliong Diungsikan

by -

* Keluarga Korban Histeris

MOTIF dihabisinya ibu dan anak, Imelda alias Ida (32) dan putri keduanya Aura Trigustami (7) oleh sepupu suaminya,  Trianto alias Akong (37), masih didalami pihak Polres Bangka.

Kabag Ops Polres Bangka, Kompol S. Sophian, SIK kepada sejumlah wartawan kemarin siang (4/1) mengatakan, sejak Aliong diamankan pada Selasa kemarin, kini statusnya beralih menjadi tersangka. Namun untuk sementara ini apakah modus operandinya murni penculikan atau ada motif lain, masih dilakukan pemeriksaan.

Dijelaskannya, sampai kemarin Polres Bangka masih mengamankan dan mengumpulkan barang bukti, petunjuk-petunjuk maupun saksi-saksi.  Terkait hasil visum terhadap jenazah kedua korban yang dilakukan oleh pihak RSUD Sungailiat, pihaknya belum bisa memberikan keterangan apapun kepada awak media mengingat hasil visum itu belum diterima dari pihak RSUD Sungailiat.

Sementara itu, terkait pengamanan terhadap kediaman keluarga Aliong yang sempat diisukan akan diserang keluarga korban dibenarkan oleh Kabag Ops. Namun isu yang awalnya merebak di tengah tengah masyarakat ini langsung diantisipasi dengan cara berkoordinasi ke aparat desa setempat.  “Di sana kita melakukan pengamanan atas isu itu dengan bekerja sama dengan lurah, kades, kaling, RT hingga melibatkan masyarakat setempat, dengan harapan tidak terjadi aksi anarkis warga,” kata Sophian.

Mantan Kapolsek Muntok Polres Bangka Barat ini pun menerangkan, polisi tak hanya mengamankan kediaman tersangka, termasuk juga mengamankan anak beserta istri tersangka. Saat ini anak dan istri tersangka telah diungsikan ke tempat yang aman oleh pihak keluarga. Di sisi lain, polisi juga belum bisa memastikan pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka Aliong ini dikategorikan berencana atau tidak.

“Kita juga belum bisa memastikan apakah mereka ini ada hubungan intim atau tidak karena kasus ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Bangka,” tandasnya.

Sementara itu,berkaitan dengan barang bukti yang diamankan pihak Kepolisian, sebagiannya ditemukan di kediaman tersangka. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, subsider pasal 340 KUHAP Pidana, Subsider pasal 338 KUHAP Pidana, Subsider pasal 351 ayat 3 KUHAP Pidana dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Keluarga Histeris

Jenazah Imelda alias Ida dan Aura Trigustami kemarin dijemput keluarga.  Suasana haru menyelimuti keluarga korban yang datang melihat prosesi pemandian dan pengafanan kedua korban.

Sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan keluarga korban berbusana muslim memadati ruang jenazah yang terletak di belakang RSUD Sungailiat. Tampak raut wajah beberapa keluarga korban tak bisa menyembunyikan kesedihan dan isak tangis. Tampak 2 Mobil jenazah sejak pagi disiapkan untuk membawa jasad ibu dan anak itu.

Mobil jenazah Pemkab Bangka warna hitam BN 9906 BZ membawa jenazah Ida, sedangkan mobil jenazah Yayasan Al Amin Sungailiat B 9579 WAC membawa jasad sang anak. Tampak salah satu wanita paru baya berhijab berkali-kali dengan tangis isak menyebutkan nama-nama Aura pertanda ia belum bisa menerima kepergian bocah perempuan kelas 2 SD yang meregang nyawa dan dibuang ke kolong camui tersebut.

“Aura…aura…..,” isak tangis wanita berkerudung yang kemudian dibopong ke mobil oleh keluarganya.

Jenazah Ida dan Aura sekitar pukul 10.0 WIB dibawa dengan 2 mobil jenazah dengan kawalan mobil patroli Polsek Sungailiat. Di tengah perjalanan, mobil Polsek Sungailiat yang hendak mengawal iring-iringan jenazah ke tempat sholat jenazah di Masjid Al Muhajirin Nelayan Satu Sungailiat sempat ngadat di depan Masjid An Nur Sungailiat. Jadinya di tengah perjalanan mobil Polsek Sungailiat  sempat menepi dan 2 mobil jenazah pembawa almarhumah Imelda dan Aura melaju melanjutkan perjalanan.

Tiba di Masjid Al Muhajirin, ratusan kerabat dan tetangga korban sudah menunggu. Suami dan adik korban serta beberapa sanak keluarga tak berdaya melihat kedatangan jenazah Ida dan Aura yang merupakan ibu anak korban pembunuhan biadab kerabatnya sendiri. Suami korban, Trianto alias Akong (37) hanya tertunduk lesu dengan pandangan kosong ketika jenazah istri dan anaknya disholatkan di dalam masjid.

Selain Akong, adik dari alharhumah Ida masing-masing 2 perempuan dan 1 laki-laki tampak lemas menangis tak berdaya. Keluarganya pun harus berulang kali menenangkan adik korban yang masih terlihat tidak terima dengan kejadian tersebut.  “Kasian keluarganya, tega benar orang itu membunuh Ida dan anaknya yang masih kecil,” sebut Iie salah satu tetangga korban.

Suasana sholat jenazah tampak diikuti puluhan jamaah yang berlangsung khusyuk. Setelah disholatkan, sekitar pukul 10.45 WIB kedua jenazah yang dihabisi Aliong pada Minggu (1/1) lalu diangkat lagi ke mobil jenazah dan dibawa ke Tempat Pemakaman Umum Sri Menanti Sungailiat.

Jenazah Ida dan Aura dimakamkan berdampingan disaksikan ratusan pelayat yang ikut memadati prosesi pemakaman. Keluarga dan pelayat kemudian melakukan proses mulai dari memasukkan jenazah ke Liang Lahat, mengkafani hingga menimbun dengan tanah. Setelah dipasangkan nisan, pembaca doa memimpin pemakaman secara Islam tersebut. Lalu setelah selesai, pemimpin doa kemudian menghaturkan kata-kata permohonan maaf kepada pelayat dan warga yang hadir. Selain itu juga meminta pihak-pihak yang terkait hutang piutang agar dapat menghubungi keluarga.

Usai pemakaman, keluarga korban secara bergantian menghampiri makam Ida dan Aura, termasuk juga suami, adik dan orang tua Ida. Keluarga menyiramkan air ke tanah pemakaman, menaburkan bunga serta berdoa sambil memegang nisan. Salah satu anggota keluarga korban, Rosi’o ?mengatakan, korban baik Ida maupun Aura sangat dekat dengan keluarganya.

“Ida dan anaknya Aura sering ke Nelayan Satu karena keluarganya kan di sana semua, walau mereka tinggal di Bedeng Akeh. Jadi semua sangat dekat, apalagi tiap hari Ida jualan pop ice di rumah orang tuanya yang di Nelayan Satu itu.? Jadi sangat dekat sekali dengan kita,” kata Rosi’o salah satu kerabat korban di sela-sela pemakaman kemarin.(trh)