Motor Knalpot Disikat, Warga jadi Tenang

by -

TANJUNGPANDAN-Berita penangkapan sebanyak 22 motor berknalpot racing oleh jajaran Satlantas Polres Belitung menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Sebab, dengan adanya razia ini masyarakat sedikit tenang.

Seperti diberitakan Belitong Ekspres, Senin (2/5) kemarin, sebanyak 22 motor berknalpot racing disikat Jajaran Satlantas Polres Belitung. Motor-motor berknalpot blong itu, terjaring razia cipta kondisi, di Kawasan Tanjungpandan, Sabtu (30/4) akhir pekan lalu.

Yona salah satu penjual makanan asal Jalan Merdeka Tanjungpandan ini mengatakan, dengan adanya razia tersebut membuatnya agak tenang. Sebab, sebelumnya ia sempat jengkel lantaran bunyi bising knalpot itu saat melintas di rumahnya.

“Mereka (pengendar berkenalpot racing,red) membuat kami dan keluarga terganggu. Apalagi saat kami menjalankan ibadah,” ujar wanita asal Bandung ini kepada Belitong Ekspres, Senin (2/5) kemarin.

Dirinya meminta polisi untuk menindak tegas remaja yang berkendara menggunakan knalpot racing. Sebab, menurutnya di Belitung masih banyak orang yang menggunakan knalpot racing, salah satunya di Jalan Baru kawasan Pom Bensin.

“Jangan razia musiman. Polisi harus terus menindak mereka, biar kapok dan tidak menggunakan knalpot racing,” kata Yona.

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Belitung Ipda Hardi Kunarso mengatakan, dirinya terus melakukan razia kendaraan yang menggunakan knalpot racing. Dia menegaskan, bila perlu tiap hari.

“Kami sudah sering mendengar keluhan masyarakat tentang knalpot racing. Dan perintah kapolres, untuk menindak demi keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Ipda Hardi kepada Belitong Ekspres. (kin)