Motor-motor yang diamankan polisi.

by -

*Motor Ditahan Sebulan Dan Ganti Knalpot Standar

foto B- bb motor knalpot racing fc

Foto B: ainul yakin/be
Polisi Amankan 20 Motor Berknalpot Racing

TANJUNGPANDAN-Menindak lanjuti  surat pembaca di Harian Umum Belitong Ekpsres, edisi Selasa (28/7) kemarin tentang pemuda yang mengendarai kendaraan bermotor dan berknalpot racing, Satlantas Polres Belitung melakukan razia.
Razia yang digelar Selasa, (28/7) tadi malam dipimpin Anggota Satlantas Polres Belitung Ipda Lia Kamalia. Sebanyak kurang lebih 20 kendaraan bermotor, yang menggunakan knalpot racing berhasil diamankan di Jalan-jalan Tanjungpandan, di antaranya Jalan Sriwijaya dan Kawasan Paal Satu.
Selain itu, Polisi juga mengamankan seorang pemuda yang membawa minuman keras jenis arak saat berkendara. Pemuda yang diketahui bernama Adi (17) warga Dendang Beltim ini langsung diamankan dibawa ke Pos Polisi Kota, Boulevard Satam beserta motor miliknya. “Saya membeli minuman arak ini ke Tanjungpandan. Setelah itu, saya bawa pulang ke Dendang,” ujar Adi yang dalam kondisi mabuk ini.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Belitung Iptu Eka Asmayani melalui Ipda Lia Kamaliah mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut laporan masyarakat melalui media massa, tentang banyak pengendara yang mengunakan knalpot racing.
“Target utama razia ini adalah kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot racing. Selain itu juga kita lakukan tilang kepada pengendara yang berkecepatan tinggi atau kebut-kebutan di jalan,” ujar Ipda Lia kepada Belitong Ekspres.
Mengenai adanya pemuda yang berkendara dalam kondisi mabuk, pihak Satlantas Polres Belitung memberikan sanksi tegas. Pemuda ini tidak dipulangkan, sebelum kondisinya sadar. Untuk memberi efek jera terhadap para pengendara yang menggunakan knalpot racing, Satlantas Polres Belitung memberikan sanksi tegas.
“Motor-motor yang menggunakan knalpot racing akan kami tahan selama satu bulan. Setelah itu, pemilik boleh mengambil kendaraannya kembali dengan syarat knalpot harus diganti sesuai dengan yang standar,” pungkasnya. (kin)