MUI Babel Kritisi Grup Musik Seronok

by -2 views

*Pemda Diminta Tegas Soal  Grup Musik Ini

TANJUNGPANDAN-Pentas musik seronok yang ditampilkan grup musik Sdw yang diduga menjadi pemcu kericuhan penonton, mendapat sorotan tajam dari kalangan ulama Islam. Seperti disampaikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bangka Belitung Alotius Iskandar yang menyayangkan pentas musik tersebut. Apalagi, sebelumnya polisi sudah mengingatkan dengan tegas dan grup musik pun sudah membuat surat pernyataan.
Seperti diberitakan Belitong Ekspres, Sabtu (8/8) akhir pekan lalu, telah terjadi perkelahian antara beberapa pemuda di Kawasan Air Raya, saat melihat konser orgen tunggal Sdw.  Belum diketahui penyebab utamanya, namun polisi menyimpulkan peristiwa kejadian ini disebabkan lantaran saling senggol antara pemuda. Sehingga, yang tersenggol tak terima, terjadilah perkelahian.
Alotius mengatakan, dirinya mengaku prihatin soal grup musik yang kabarnya baiduan sering  tampil seronok. Padahal, kabarnya pula polisi sudah mengigatkan akan dampak dari pentas musik jika menampilkan sajian cenderung seronok.
“Kami sudah membaca koran beberapa hari lalu tentang Sadewa, yang di larang oleh Polisi untuk tampil di Tanjungpandan. Saya sangat setuju apa yang dilakukan Kapolsek Tanjungpandan (Kompol Abdul Azis,Red) yang berani mengambil keputusan ini,” ujar Pria yang kerap disapa Alek ini, kepada Belitong Ekspres, Minggu (8/8) kemarin.
Dirinya meminta kepada pemerintah Kabupaten Belitung, agar membubarkan grup musik ini. Sebab, orgen tunggal ini sangat meresahkan masyarakat. Dan segera menurunkan dan mensosialisasikan Peraturan Daerah Ketertiban Umum (Perda Tibum) ke masyarakat.
“Sehingga mereka khususnya pemilik organ tunggal, biar tahu aturan-aturannya. Apa susahnya sih tampil sopan, apa mereka tidak malu berpenampilan vulgar dan dilihat oleh masyarakat khususnya anak-anak,”katanya.
Selain itu, Alek juga meminta kepada MUI Belitung agar mengambil sikap dalam menanggapi masalah ini. Mereka jangan menghalalkan apa yang menjadi larangan Islam di tengah masyarakaty yang mayotitas Islam.
Dia berpesan kepada masyarakat agar tidak mengundang grup musik yang berpenampilan seronok. Sebab, masih banyak grup-gupr musik yang berpenampilan sopan. “Seperti Qosidah, grup sholawat dan juga band-band kreativ anak muda yang mengutamakan kualitas suara dibandingkan pornografi dan porno aksi,”pungkasnya.
Sementara soal penampilan grup musik Sadewa di Aik Raya ini memiliki izin keramaian atau tidak, BE belum dapat mengkonfirmasi. Yang pasti, kejadian ini sudah mengganggu ketertiban umum.(kin)