MUI Belitung Minta Penjual Takjil Jaga Jarak Dengan Para Pembeli

by -
MUI Belitung Minta Penjual Takjil Jaga Jarak Dengan Para Pembeli
Ani saat melayani pembeli yang menjaga jarak minimal satu meter.

Pol PP Sudah Kirim SE Bupati
Masih Ditemui Pedagang Bandel

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung, meminta kepada para penjual dan pembeli takjil agar tetap menjaga jarak (Psysical Distancing), saat melakukan transaksi.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi menularnya Covid-19 (virus Corona). MUI melihat di sejumlah tempat penjualan makanan di Tanjungpandan, tidak ada psysical distancing. Mereka dengan bebas berdempetan pada saat melakukan jual beli.

Sekertaris MUI Kabupaten Belitung Drs H Ramansyah mengatakan, berkerumunnya antara penjual dan pembeli menyebabkan riskan terjadi penularan Covid-19. Maka dari itu dia meminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dijelaskan Ramansyah, idealnya antara penjual dan pembeli serta pembeli yang lain, jaraknya minimal satu meter. Sekalipun harus antri. Namun, ia menyarankan untuk membeli di tempat yang aman.

“Jika membeli utamakan jangan berkerumun. Dalam hal ini kami meminta kepada Pol PP Kabupaten Belitung untuk tetap mengawasi, agar para penjual dan pembeli tetap menjaga jarak,” kata H Ramansyah kepada Belitong Ekspres, Minggu (3/5) kemarin.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penertiban Operasional dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Belitung Ruly Hidayat mengatakan, beberapa hari lalu dirinya sudah mengirimkan Surat Edaran (SE) Bupati Belitung.

Yakni mengenai masalah penjualan takjil (makanan menjelang buka puasa). Salah satu poin utama dari SE Bupati Belitung tersebut, yaitu jaga jarak antara penjual dan penjual lainnya minimal berjarak satu meter.

“Meski sudah kita turun dan melakukan himbauan, masih aja ada penjual yang tak mengindahkan surat tersebut. Setelah ini kita akan lakukan pengawasan,” kata Ruly.

Terpisah, Ani salah satu penjual gorengan di Puja Sena Tanjungpandan mengatakan, selama ia menjual makanannya pada saat pandemi Corona tetap menjaga jarak dengan para pembeli. Yakni minimal satu meter, sesuai SE Bupati Belitung Sahani Saleh.

“Bisa dilihat sendiri kita menjaga jarak antara penjual dan pembeli. Selain itu, kita juga taati peraturan dari pemerintah yang harus tutup sebelum pukul delapan malam (20.00 WIB),” kata Ani kepada Belitong Ekspres. (kin)

Editor: Yudiansyah