MUI Ingatkan Larangan Jual Miras *Bagi Toko dan Supermarket, Jalankan Aturan Permendag TANJUNGPANDAN-Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Belitung mengingatkan kepada masyarakat khususnya yang sebelumnya menjual miras, baik di toko-toko maupun supermarket. Pasalnya, kini sudah diterbitkan larangan penjualan miras eceran di toko maupun supermarket seperti tertuang dalam Peraturan Mentri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 yang berlaku efektif 16 April 2015. Demikian ditegaskan Sekertaris MUI Kabupaten Belitung H Ramansyah, kepada Belitong Ekspres, Sabtu (18/4) akhir pekan lalu. “Warning (peringatan,Red) ini penting saya sampaikan ke masyarakat, termasuk melalui media massa agar makin banyak masyarakat, khsusunya penjual seperti toko dan supermarket tentang Permendag tersebut,’’ tegas Ramansyah, Ramansyah mengatakan, dirinya sangat mendukung apa yang telah dilakukan Kementrian Perdagangan dalam hal pengendalian hingga pembatasan peredaran minuman beralkohol di masyarakat. Menurutnya, dengan adanya aturan ini, orang akan tidak dengan mudah mendapatkan minuman keras. “Ini merupakan langkah yang tepat. Karena, dengan diberlakukan aturan ini, orang-orang khususnya anak-ana muda bahkan remaja, tidak bisa membeli miras dengan mudah. Yang jelas semua akan terkontrol,” ujar H Ramansyah. Dia meminta kepada pemilik toko dan pengelolah mini market, mematuhi peraturan tersebut. Dia juga meminta kepada Pol PP selaku penegak perda, untuk menindak tegas jika ada toko maupun mini market, terlebih kafe-kafe ilegal yang menjual minuman keras. “Saya berharap pemerintah, khususnya Pol PP benar-benar tegas menangani masalah ini. Di kota-kota lain sudah dibelakukan peraturan ini. Saya berharap di Belitung, juga di berlakukan peraturan ini,” pungkasnya. Ramansyah menyatakan dukungan terhadap pembangunan sektor pariwisata di Belitung. Jadi, dengan pembatasan peredaran minuman beralkohol tetap saja sektor pariwisata bisa jalan. Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar mengatakan, dirinya menunggu perintah dari Dinas Perindustrian dan Koperasi (Disperindagko) untuk melakukan tindakan tegas terkiat aturan baru tersebut. “Kami masih belum mendapat perintah dari Disperindagkop. Jika kami mendapat perintah, maka kita akan mengadakan razia besar-besaran,” ujar Alkar kepada Belitong Ekspres, Minggu (19/4) kemarin. (kin)

*Bagi Toko dan Supermarket, Jalankan Aturan Permendag

TANJUNGPANDAN-Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Belitung mengingatkan kepada masyarakat khususnya yang sebelumnya menjual miras, baik di toko-toko maupun supermarket. Pasalnya, kini sudah diterbitkan larangan penjualan miras eceran di toko maupun supermarket seperti tertuang dalam Peraturan Mentri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 yang berlaku efektif 16 April 2015.
Demikian ditegaskan Sekertaris MUI Kabupaten Belitung H Ramansyah, kepada Belitong Ekspres, Sabtu (18/4) akhir pekan lalu. “Warning (peringatan,Red) ini penting saya sampaikan ke masyarakat, termasuk melalui media massa agar makin banyak masyarakat, khsusunya penjual seperti toko dan supermarket tentang Permendag tersebut,’’  tegas Ramansyah,
Ramansyah mengatakan, dirinya sangat mendukung apa yang telah dilakukan Kementrian Perdagangan dalam hal pengendalian hingga pembatasan peredaran minuman beralkohol di masyarakat. Menurutnya, dengan adanya aturan ini, orang akan tidak dengan mudah mendapatkan minuman keras.
“Ini merupakan langkah yang tepat. Karena, dengan diberlakukan aturan ini, orang-orang khususnya anak-ana muda bahkan remaja, tidak bisa membeli miras dengan mudah. Yang jelas semua akan terkontrol,” ujar H Ramansyah.
Dia meminta kepada pemilik toko dan pengelolah mini market, mematuhi peraturan tersebut. Dia juga meminta kepada Pol PP selaku penegak perda, untuk menindak tegas jika ada toko maupun mini market, terlebih kafe-kafe ilegal yang menjual minuman keras.
“Saya berharap pemerintah, khususnya Pol PP benar-benar tegas menangani masalah ini. Di kota-kota lain sudah dibelakukan peraturan ini. Saya berharap di Belitung, juga di berlakukan peraturan ini,” pungkasnya.
Ramansyah menyatakan dukungan  terhadap pembangunan sektor pariwisata di Belitung. Jadi, dengan pembatasan peredaran minuman beralkohol tetap saja sektor pariwisata bisa jalan.
Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar mengatakan, dirinya menunggu perintah dari Dinas Perindustrian dan Koperasi (Disperindagko) untuk melakukan tindakan tegas terkiat aturan baru tersebut. “Kami masih belum mendapat perintah dari Disperindagkop. Jika kami mendapat perintah, maka kita akan mengadakan razia besar-besaran,” ujar Alkar kepada Belitong Ekspres, Minggu (19/4) kemarin. (kin)

iklan swissbell

Baca Juga:  Petugas Kebersihan DLH Kumpulkan 8 Truk Sampah
Rate this article!
MUI Ingatkan Larangan Jual Miras *Bagi Toko dan Supermarket, Jalankan Aturan Permendag TANJUNGPANDAN-Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Belitung mengingatkan kepada masyarakat khususnya yang sebelumnya menjual miras, baik di toko-toko maupun supermarket. Pasalnya, kini sudah diterbitkan larangan penjualan miras eceran di toko maupun supermarket seperti tertuang dalam Peraturan Mentri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 yang berlaku efektif 16 April 2015. Demikian ditegaskan Sekertaris MUI Kabupaten Belitung H Ramansyah, kepada Belitong Ekspres, Sabtu (18/4) akhir pekan lalu. “Warning (peringatan,Red) ini penting saya sampaikan ke masyarakat, termasuk melalui media massa agar makin banyak masyarakat, khsusunya penjual seperti toko dan supermarket tentang Permendag tersebut,’’ tegas Ramansyah, Ramansyah mengatakan, dirinya sangat mendukung apa yang telah dilakukan Kementrian Perdagangan dalam hal pengendalian hingga pembatasan peredaran minuman beralkohol di masyarakat. Menurutnya, dengan adanya aturan ini, orang akan tidak dengan mudah mendapatkan minuman keras. “Ini merupakan langkah yang tepat. Karena, dengan diberlakukan aturan ini, orang-orang khususnya anak-ana muda bahkan remaja, tidak bisa membeli miras dengan mudah. Yang jelas semua akan terkontrol,” ujar H Ramansyah. Dia meminta kepada pemilik toko dan pengelolah mini market, mematuhi peraturan tersebut. Dia juga meminta kepada Pol PP selaku penegak perda, untuk menindak tegas jika ada toko maupun mini market, terlebih kafe-kafe ilegal yang menjual minuman keras. “Saya berharap pemerintah, khususnya Pol PP benar-benar tegas menangani masalah ini. Di kota-kota lain sudah dibelakukan peraturan ini. Saya berharap di Belitung, juga di berlakukan peraturan ini,” pungkasnya. Ramansyah menyatakan dukungan terhadap pembangunan sektor pariwisata di Belitung. Jadi, dengan pembatasan peredaran minuman beralkohol tetap saja sektor pariwisata bisa jalan. Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar mengatakan, dirinya menunggu perintah dari Dinas Perindustrian dan Koperasi (Disperindagko) untuk melakukan tindakan tegas terkiat aturan baru tersebut. “Kami masih belum mendapat perintah dari Disperindagkop. Jika kami mendapat perintah, maka kita akan mengadakan razia besar-besaran,” ujar Alkar kepada Belitong Ekspres, Minggu (19/4) kemarin. (kin),5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: