MUI Minta Pemerintah Bentuk LPPOM

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Soal Biro Perjalanan Umroh “Tak Beres” Juga Disinggung

TANJUNGPANDAN-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung, Rabu (18/2) lalu mengadakan audiensi tertutup dengan Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) di Ruang Kerja Bupati. Rombongan dipimpin Ketua MUI Kabupaten Belitung Anwar DM dan dihadiri anggota MUI di antaranya H Ramasyah, H Hizuadi Husin, Ustadz Alek.
Beberapa poin disampaikan oleh MUI ke Bupati, agar Bangka Belitung dibentuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia atau yang disebut LPPOM MUI. Tujuannya untuk kelancaran pengurusan sertifikasi halal bagi produk makanan. “Selama ini memang belum ada khusus MUI,’’ kata Anwar DM usai audiensi.
Poin lainnya, penyampaian pelatihan dai/daiyah. Sebab, Belitung krisis kader penceramah. Lantas, mengenai calon jamaah umroh yang tertunda keberangkatannya melalui biro perjalanan, serta tentang sosial kemasyarakatan. Selain itu, ada beberapa poin penting yang tidak disebutkan oleh MUI.
Menanggapi penyampaian MUI, Sanem mengaku akan mendorong Pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk segera membentuk lembaga pengawasan obat dan makanan MUI. Dimana kewenangan untuk membentuk lembaga ini dimiliki oleh provinsi. “Kita tidak punya badan sertifikasi, yang ada selama ini kita di Palembang dan Jakarta mengurusnya,” kata Sanem.
Sanem juga menyinggung travel bermasalah mengenai keberangkatan umroh. Dalam waktu dekat ini seluruh travel umroh maupun haji plus akan dipanggil. Jangan sampai nantinya persoalan seperti ini sampai ke ranah hukum. Padhala, minat masyarakat umroh cukup tinggi. “Sebelum lebih jauh, kita akan memanggil biro perjalanan ini. Kita ingin mengetahui keluhan dan kerugian masyarakat,” kata Sanem.(ade)

Baca Juga:  Penipu Catut Nama Kapolsek Badau untuk Melancarkan Aksinya

Rate this article!
Tags:
author

Author: