MUI Pangkalpinang Fokus Awasi Makanan

by -

PANGKALPINANG – Majelis Ulama Indonesia Kota Pangkalpinang, Minggu (19/02) menggelar Rapat Kerja Wilayah Majelis Ulama Indonesia Kota Pangkalpinang di Kampus STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung.

Ketua MUI Kota Pangkalpinang, Zaman Zahri saat mengtakana bahwa kegiatan untuk menghimpun semua usul-usul dari masyarakat. Termasuk dari 11 komisi yang ada di MUI Kota Pangkalpinang. Hasil Rakerwil ini nantinya akan dijadikan sebagai rekomendasi bagi MUI Kota Pangkalpinang dalam melaksanakan tugas-tugas dan program-programnya ke depan.

“Makanya kami mengundang semua komisi yang ada di MUI, seluruh pengurus masjid se Kota Pangkalpinang dan sejumlah unsur terkait lainnya. Karena kita berharap melalui Rakerwil  ini kita  bisa menemukan solusi atas persoalan-persoalan keumatan selama ini. Misalnya ada komisi  fatwa yang nanti akan membuat fatwa tentang makanan halal dan haram atau sebagainya,”ujarnya.

Menurut Zaman Zahari dalam menjalankan tugas-tugasnya ini, maka MUI Kota Pangkalpinang tentunya juga membutuhkan dukungan dari semua element masyarakat terkhususnya para umat Islam yang ada di Kota Pangkalpinang untuk bersama-sama ulama dan umaroq  memperjuangkan bagi  kemaslahatan umat Islam dan juga bangsa ini.

“Kami saat ini sedang fokus untuk bagaimana memberikan pengawasan secara lebih ketat terhadap produk-produk makanan dan minuman yang diperjualbelikan di Pangkalpinang. Kita perlu memastikan bahwa produk tersebut adalah halal atau tidak, sehingga tidak merugikan kepentingan masyarakat,” katanya.

Sebab, lanjut Zaman Zahari, sekarang ini banyak makanan dan minuman yang kita nilai dari proses pembuatannya saja sudah kurang mencontohkan kepada yang seharusnya di sesuaikan dengan yang diajarkan dalam Islam.

“Termasuk tadi  saat penyembelihan hewan ayam, sapi atau kambing yang masih banyak salah, padahal sesuai tuntunan Islam, hewan yang di kurbankan atau di potong tanpa menyebut nama Alloh, maka tidak boleh dimakan alias tidak halal dan otomatis haram hukumnya,” jelas Zaman Zahari lagi.(lya)