MUI Segera Keluarkan Fatwa

by -
Ilustrasi

// Wahana Star Zone Dinyatakan Haram

TANJUNGPANDAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung, segera mengeluarkan fatwa, terkait adanya indikasi dugaan perjudian di Wahana Ketangkasan Star Zone di Kawasan Kampong Parit.

Sekertaris MUI Kabupaten Belitung H Ramansyah mengatakan, rencana fatwa MUI Kabupaten Belitung akan keluar pada bulan depan (Agustus,red). Saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti.

Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan pengkajian dengan MUI Provinsi dan Pusat, untuk membahas masalah tersebut. “Setelah itu kita akan melakukan penetapan haram,” ujar Ramansyah kepada Belitong Ekspres, Senin (6/8) kemarin.

Ramansyah menjelaskan, dari bukti-bukti yang ada, MUI Kabupaten Belitung menyatakan secara lisan, unsur sudah terpenuhi dan bisa dikatakan Star Zone haram. Sebab, lebih banyak mudharatnya.

Namun, pihaknya masih menunggu keputusan bulan depan. “Kita tidak bisa langsung mengesahkan itu. Kami harus rapat dulu, mengenai pengeluaran fatwah haram ini,” jelas Ramansyah.

Pria yang juga menjabat di Kesbangpol Kabupaten Belitung ini meminta Pemda Belitung tegas. Misalnya, nanti pada saat MUI Kabupaten Belitung resmi menyatakan Star Zone haram, maka tempat itu wajib untuk ditutup.

“Saat surat atau fatwa haram itu keluar, maka harus mencabut izin dari usaha tersebut. Dan, tidak boleh ada aktivitas di Star Zone. Sekali lagi, ketika fatwa haram turun, Pemda harus tegas,” pungkasnya.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Belitung H Muctar Mutong (Tare) mengatakan, dirinya meminta MUI Kabupaten Belitung tidak main-main dalam menangani masalah ini. Wabilkhusus menyatakan Star Zone Haram dengan mengeluarkan surat.

Selain itu, juga harus menyampaikan kepada masyarakat melalui media, bahwa Star Zone haram.

“Sebab, sebelumnya MUI pernah berstatmen di koran bahwa Star Zone haram,” kata Tare.
Tare menyarankan agar MUI mengandeng para ulama yang ada di Kabupaten Belitung, dalam merumuskan permasalahan ini. “Masalah ini harus selesai. Agar tidak berlarut-larut,” tandasnya. (kin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *