Mulai 1 Maret, Seluruh Masyarakat yang Berobat ke RSUD Beltim akan Diswab

by -
Mulai 1 Maret, Seluruh Masyarakat yang Berobat ke RSUD Beltim akan Diswab
Direktur RSUD Beltim, dr Vonny Primasari.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 dari transmisi lokal, mulai tanggal 1 Maret 2021 pihak RSUD Beltim, akan memberlakukan swab antigen kepada seluruh masyarakat yang ingin berobat. Terutama untuk pasien yang masuk IGD.

Hal iti disampaikan oleh Direktur RSUD Beltim dr Vonny Primasari, usai melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi 3 DPRD Beltim, Senin (22/2). Untuk saat ini, kata dia kepada masyarakat yang bergejala tetap akan dilakukan swab antigen bila masuk ke RSUD, tetapi tidak kepada semua pasien.

“Namun di saat pada tanggal 1 Maret itu, untuk semua pasien yang masuk. Mengapa kami rencanakan tanggal 1 Maret? karena kami harus koordinasi dulu apakah keputusan kami tidak memberatkan. Apakah Bupati, DPR itu setuju. Nah itu kan harus kami pertimbangkan, kami harus menyampaikan. Dan ternyata, tadi alhamdulillah dari anggota DPRD Komisi 3 mereka menyetujui,” ungkap dr Vonny kepada Belitong Ekspres.

Setelah mendapat persetujuan, pihak RSUD tinggal merencanakan teknisnya saja. Alasan dilakukan Swab menurut Direktur RSUD Beltim, karena semakin tingginya angka pasien covid-19 dengan transmisi lokal. Bahkan menurutnya sudah ada beberapa pasien yang meninggal akibat transmisi lokal.

“Nanti tidak akan dikenakan biaya tambahan untuk pasien yang diswab antigen. Untuk kesiapan antigen kita itulah salah satu mengapa kami mengambil waktunya 1 Maret. Sehingga di 1 Maret kebijakan ini sudah bisa dimulai,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi 3 DPRD Beltim, Akhirudin mengatakan bahwa pihaknya sangat menyetujui langkah-langkah kebijakan yang diambil pihak RSUD. “Kalau kami dari Komisi 3 menanggapi masalah pasien yang masuk ke IGD, atau pasien rujukan yang dari Puskesmas itu sebaiknya sudah diswab antigen,” katanya.

“Itu berkenaan dengan memang sekarang ini kan kasus pandemi di Beltim, khususnya di Kecamatan Manggar maupun di kecamatan lain sudah sangat meningkat sekali. Jadi karena tenaga medis ini merupakan garda terdepan, maka mereka harus menjaga juga, antisipasi dulu,” imbuhnya.

Dikatakannya, pasien itu setelah diskrining awal kemudian nanti tetap akan dilakukan swab antigen di IGD. Kemudian, baru nanti akan dilihat hasil dari antigen itu, apakah mereka positif atau negatif. Kalau memang positif, langsung dimasukkan ke Gedung Isolasi Covid untuk tindakan selanjutnya.

“Sebetulnya pembicaraan awal ini dari pihak rumah sakit sendiri, mereka ingin menyampaikan terlebih dahulu ke kami Komisi 3. Itu berkenaan dengan mereka akan melakukan kebijakan, berkenaan dengan swab antigen terhadap pasien yang masuk ke IGD rumah sakit. Ini rencana mereka akan diberlakukan pada tanggal 1 Maret 2021. DPRD mendukung sekali, karena untuk memutus penyebaran Covid-19,” tukas pria dengan sapaan akrab Didin.

Rilis Covid Harus Disampaikan

Di sisi lain, terkait dengan menghilangnya update rilis perkembangan kasus virus Corona, Komisi 3 DPRD juga meminta agar Satgas Penanganan Covid-19 Beltim agar tetap menyampaikan rilis tersebut.

“Memang kita melihat kekhawatiran masyarakat sekarang ini kan memang sangat takut sekali, apalagi dengan adanya pasien beberapa waktu ini beberapa orang meninggal. Jadi sebetulnya perlu lah ke Satgas itu informasikanlah kepada masyarakat, untuk yang rilis terpapar Covid-19 ini diinformasikan kembali,” pinta Didin.

Kalau tidak diinformasikan, kata dia kejadiannya akan lebih fatal lagi. Sehingga lebih baik diinformasikan. “Memang sekarang ini kan kita pakai inisial, karena kalau kita menggunakan nama yang sebenar-benarnya itu kan kurang etis lah, karena sanksi sosialnya ini. Jadi perlulah dirilislah, justru kalau tidak diinformasikan, kita tidak tahu seperti apa perkembangan Covid ini di Beltim,” tukasnya.

“Justru kalau kita diberi tahu, kita ada kewaspadaan dalam hal ini. Kemudian juga kita dapat memberikan motivasi orang-orang atau tetangga kita yang tadinya yang mungkin terpapar Covid bukan malah kita menjauhi mereka. Ya kita beri dukungan lah secara moril bahwa ini bukan merupakan penyakit aib,” pungkasnya. (dny)