Multi Purpose Babar Tunggu APBNP

by -

MUNTOK – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku merencanakan pembangunan pelabuhan multi purpose (serba guna) di Kawasan Industri Pelabuhan Terpadu (KIPT) Tanjung Ular, Kecamatan Muntok, Bangka Barat (Babar). Biaya pembangunan itu akan dianggarkan dalam APBNP 2015.
Kabid Perhubungan Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan dan Informatika (Dishubapbudinfo) Pemkab Babar Dian Fernandy mengungkapkan, untuk mewujudkan terrealisasinya pelabuhan itu. Pemkab Babar sudah melakukan kajian seperti Study Kelayakan, Rencana Induk Pelabuhan, Survey Investigasi Desain (SID) dan Detail Enggeneering Desain (DED) pelabuhan.
“Semuanya sudah kita lakukan dan serahkan kepada Kemenhub,” ungkap Dian Fernandy saat ditemui Radar Bangka di ruang kerjanya, Selasa (10/2) kemarin. Ia menjelaskan suatu hal yang mendasar terkait rencana pembangunan pelabuhan itu lantaran kondisi letak Babar sangat strategis. Babar kata dia, sebagai pintu gerbang perdagangan sebelah barat Provinsi Babel menghubungkan Pulau Bangka dan Sumatera. “Bahkan pemerintah pusat pun telah menetapkan Babar masuk ke dalam kawasan MP3Ei pada tahun 2012 lalu. Selain itu juga Babar telah ditetapkan sebagwai Kawasan Peluang Investasi (KPI),” ujar Dian.
Lebih lanjut dikatakannya, Kabupaten Babar juga masuk dalam daerah segitiga pertumbuhan grow tri angle yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura. “Untuk itu, Pelabuhan Muntok yang ada sekarang ini perlu dikembangkan sebagai pelabuhan multi purpose,” kata dia. Disinggung mengenai realisasi pembangunan pelabuhan? Dijelaskannya, beberapa hari lalu pihaknya sudah menanyakan hal tersebut ke Kemenhub melalui Subdit Pengembangan Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Dirjen Perhubungan Laut. Hasilnya, Kemenhub sendiri telah merencanakannya pada tahun 2015 ini melalui anggaran APBNP. “Kalau tidak disetuji akan diajukan kembali pada tahun 2016 mendatang,” kata Dian.
Sementara, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Babar Ridwan mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan pelabuhan akan dilakukan pada tahun ini. Karena yang menjadi salah satu kendala, Kemenhub meminta kita untuk menyelesai masalah lahan.
“Dan itu sudah kita selesaikan dengan PT Timah. Intinya sudah ada kesepakatan antara Pemkab Babar dengan PT Timah untuk melepaskan lahan tersebut guna dilakukan pembangunan pelabuhan multi purpose (serba guna),” kata Ridwan seraya menyebutkan, pelabuhan itu akan dibangun dengan lahan sekitar 4,8 hektar.(cr63)