Museum Kata Miliki Fasilitas Word Room

*Untuk Membantu Orang-Orang yang Ingin Menjadi Penulis

foto-A-Word-Room

Delapan tahun berdirinya Museum Kata, Andrea Hirata mempersembahkan fasilitas word room (ruang kata). Adanya fasilitas baru yang melengkapi Museum Kata ini, disampaikan Andrea dalam even tertajuk International Literary Program (Program Sastra Internasional), Jum’at (7/7) lalu. Kegiatan ini dihadiri langsung tiga penerjemah asing dari Spanyol, Jepang, dan Perancis. Foto Yudiansyah/be

GANTUNG-Museum Kata yang digagas Andrea Hirata, penulis novel laris Laskar Pelangi kini memiliki fasilitas word room (ruang kata). Fasilitas tersebut melengkapi museum Kata yang sebelumnya sempat direnovasi ulang agar lebih nyaman bagi pengunjung.

RajaBackLink.com

“Sekarang kami memiliki word room, ini belum diresmikan. Di sini akan dijadikan reading dan writing space berbasis teknologi untuk membantu orang-orang yang ingin menjadi penulis,” ungkap Andrea Hirata saat diwawancarai media usai pertunjukan seni menandai 8 tahun berdirinya museum, (7/7) pekan lalu.

Baca Juga:  Libur Sekolah, 2074 Orang Kunjungi Museum

Word room dilengkapi dengan fasilitas seperti koneksi internet, televisi sebagai media pembelajaran, beberapa bahan bacaan wajib bagi calon penulis dan memiliki AC sehingga memberikan kenyamanan.

Andrea menyatakan calon penulis seringkali bingung saat menyelesaikan sebuah karya tulisan. Karenanya, word room sangat cocok bagi siapa saja yang ingin mempublish hasil karya khususnya sastra.

“Jadi saat masuk kesini akan ada station yang online terhubung ke penerbit. Banyak kan orang ragu “bang ini kiape bak e tulisan aku”. Di sini akan ada fasilitas langsung orang terhubung dengan editor dan penerbit dalam hal ini dalam grup mizan. Tidak tertutup kemungkinan akan punya akses pada penerbit lain,” sebut Andrea.

Bukan hanya sarana pendukung saja, word room juga menyediakan riset bagi penulis. Tidak perlu berbentuk buku tetapi membuat database yang bisa diakses sebagai pengkayaan sebuat karya tulisan.

Baca Juga:  Libur Sekolah, 2074 Orang Kunjungi Museum

“Di sini akan menyediakan riset untuk penulis. Misalnya untuk riset menulis tentang budaya belitong. Memang tidak akan berbentuk buku yang bertumpuk banyak karena sudah zaman teknologi kelak ada database,” tuturnya.

Selain keberadaan word room, museum Kata juga sedang mempersiapkan ruang yang dinamai Write Celeberator. Ruang ini merupakan tempat bagi para penerjemah agar karya-karya besar penulis dapat dinikmati siapa saja.

“Di sana akan menjadi ruang baru write celeberator didedikasikan untuk para penerjemah. Ini konsep baru, sebenarnya meski museum sudah berdiri 8 tahun tapi belum ada 30 persen dari apa yang diinginkan. Banyak dari area-area sastra yang belum kita collaborate, kita gali misalnya literary music even sastra,” ulasnya.

Sebelumnya, tiga penerjemah asing dari Spanyol, Jepang, dan Perancis tampil di Museum Kata Andrea Hirata Jum’at (7/7) lalu. Yakni Prof. Jose Luis Llopis, Associate Professor di Complutense University of Madrid, Spain membacakan cerpen Dry Season karya Andrea Hirata dalam bahasa Spanyol. Fumi Kakudo, mahasiswa program master dari Tokyo University of Foreign Studies, Japan dan Vanessa Reksodipoetro lulusan manajemen bisnis dari Universite Paris X Nanterre, juga membacakan karya yang sama dalam bahasa Jepang dan Perancis. (mg1)

Tags:
author

Author: