Museum Maritim Akan Jadi Bagian Atraksi Pariwisata

Tukul Rameyo Adi

TANJUNGPANDAN – Museum Maritim di Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, akan menjadi bagian dari atraksi pariwisata kemaritiman. Hal itu disampaikan Staf Ahli Sosio Antropologi Kementerian koordinator kelautan Republik Indonesia Tukul Rameyo Adi, usai rapat koordinasi rencana penyelamatan/pengangkatan BMKT dan pengembangan museum maritim di ruang Rapat Bupati Belitung, Kamis (17/01).

RajaBackLink.com

Ia mengatakan sebetulnya perencanaan ini sudah lama, hanya saja waktu itu sebagai museum biasa saja. Namun sekarang pihaknya akan memasukan Museum itu ke dalam bagian dari atraksi wisata kemaritiman.

“Nah sekarang kita melihat sudah ada bangunan tetapi belum terlalu dimanfaatkan. Dan akhirnya kita mencoba membungkus museum ini bagian dari atraksi pariwisata kemaritiman,” ujarnya.

Selanjutnya ia menyebutkan museum ini nantinya akan mandiri, Jadi tidak akan membebani pemerintah tetapi berharap bisa mendatangkan pemasukan untuk daerah.

Baca Juga:  Lakukan Kunker, Wabup Sleman Puji Maju Pesatnya Belitung

“Harus diakui banyak museum tutup karena beban pemerintah. Nah kita sudah sepakat tadi museum ini nantinya suatu saat tidak membenani pemerintah tetapi bisa mandiri. Semoga bisa menghasil kan profit untuk daerah,” ucapnya.

Lebih lanjut Tukul menjelaskan, saat ini Belitung sedang mengusulkan Geopark. Di mana ada beberapa basis yang berhubungan dengan apa yang ada museum maritim nantinya. Seperti geosite ada lokasi-lokasi, geodipersiti ada keanekaraman hayatinya, geoculture dan geoproduk. “Nah geoculture dan geoproduk itu window (jendelanya) museum, jadi kita link-kan ke situ,” imbuhnya.

Tukul menambahkan, perlu dipahami semua heritage (warisan) barang muatan kapal tenggelam (BMKT) yang di bawah laut itu bisa dikelola oleh pemerintah. “Misalnya, menjadi situs-situs pariwisata, untuk riset, tetapi sekaligus untuk pariwisata. Jadi bisa untuk pendidikan untuk memperkuat literasi dan juga untuk tur pariwisata,” jelas Tukul.

Baca Juga:  Target Wisman Bikin Menpar Arief Yahya Ketar-Ketir

Tukul memberi contoh ada satu BMKT yang sedang berada di Jakarta berasal dari perairan Belitung. Jika statusnya sudah selesai langsung diangkut ke musuem maritim itu.

“Targetnya tahun kemarin, tetapi statusnya belum beres dengan pihak swasta yang mengangkat itu. Jadi ada biaya yang belum selesai antara negara dan pihak yang ngangkat,” ungkapnya.

Oleh karena itu dirinya berharap aktivasi museum ini lebih cepat dari penyelesaian bangunan museum ke seluruhannya. “Saya lihat 2020 atau 2021, tetapi menurut saya aktivasinya museum bisa duluan. Artinya konten-konten sudah mulai dan atraksi sudah mulai aja bertahap, jangan nunggu 2021 baru diisi,” tutupnya. (dod)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply