MUSRENBANG

by -

Kecamatan Tanjungpandan Mulai Membahas

 

 

TANJUNGPANDAN– Pemeirntah Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).   mengusung tema “Kita Integrasikan Pembangunan Fisik dan Sosial”. Musrembang dibuka langsung Bupati Belitung, H. Sahani Saleh Rabu (3/1) kemarin di Aula Kantor Camat Tanjungpandan.

Pantauan Belitong Ekspres kegiatan yang dimulai pukul 08.30 pagi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Belitung  H Erwandi A. Rani, Ketua DPRD Belitung, Taufik Rizani, Wakil Ketua DPRD Budi Prasetyo, unsur Forkominda, kepala SKPD se-Kabupaten Belitung dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, musrenbang merupakan langkah awal perencanaan pembangunan untuk tahun selanjutnya. Lantas, Musrenbang ini dilakukan dari tingkat bawah dan seterusnya. Yaitu mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga ke bupati dan bupati akan menyampaikan ke gubernur dan dilanjutkan sampai kepada pemerintah pusat.

Lanjut Sanen, Belitung akan ditempatkan menjadi  kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata serta pembangunan pusat Karantina Nasional di Pulau Naduk. Program–program tersebut sudah dianggarkan oleh pemerintah pusat dengan nilai triliunan rupiah.

“Perlu saya sampaikan juga, program nasional pada tahun 2016 meliputi pembangunan sarana air bersih. Di mana aliran air Gunung Tajam dan ditampung di Perawas, kemudian dialirkan dari  rumah ke rumah. “Jadi dak dak perlu agik kan begado kekeringan aik ketika musim kemarau,” ujarnya.

Sanen memaparkan sekitar 214 proyek strategis nasional dari pemerintah pusat lantas, Kabupaten Belitung mendapat 4 proyek.” Kita juga harus siap dalam menyambut even–even nasional yang akan banyak dilakukan di Belitung  di antaranya Kemah Budaya Nasional, Festifal Bahari, Gerhana Matahari Total pada 9 Maret dan kegiatan lainnya,” paparnya.

Wakil Bupati Belitung H. Erwandi A. Rani menambahkan, terkait masalah demam berdarah yang merebak di masyarakat.  Hingga saat ini, jumlah pasien sudah mencapai 152 orang.

“Pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan permasalahan ini jika tidak ada kesadaran dari masyarakat. Jika maraknya demam berdarah di Kabupaten Belitung ini  dan informasinya menyebar menjadi berita nasional, otomatis kunjungan wisata di Kabupaten Belitung akan menurun’’, ujar Erwandi .

Wabup menghimbau agar masyarakat harus sadar akan pentingnya kebersihan di lingkungan rumah. Sebab, nyamuk demam berdarah banyak berkembang biak di air yang jernih. Di antaranya pada bekas gelas minuman plastik, kaleng-kaleng bekas serta genangan air.

Dia mengajak warga untuk melakukan 3M plus menutup, menguras dan menimbun barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Agypty.

 

“ Kalau ada keluarga yang terindikasi terinfeksi DBD segera dibawa ke rumah sakit maupun puskesmas terdekat. Lantas, pemkab melalui Dinas kesehatan (Dinkes) juga sudah menyediakan Obat pemberantas nyamuk Abate dan fogging (pengasapan,Red) silakan koordinasi dengan dinas mudah dan pasti dilayani dengan baik,” pungkasnya.(mg1)