Naas, Penambang Timah Tewas Diterkam Buaya di Sungai Buta

by -
Naas, Penambang Timah Tewas Diterkam Buaya di Sungai Buta
Suasana dermaga PT Timah saat mengevakuasi korban terkaman buaya di Sungai Lenggang.

belitongekspres.co.id, GANTUNG – Hari masih pagi, Minggu (6/13) sekira pukul 05.40 WIB, Yuhnizar (48) warga Desa Lenggang, Kecamatan Gantung melapor kepada anggota Tagana bahwa dirinya mengetahui ada warga yang diterkam buaya, tepatnya di Sungai Buta (aliran DAS Lenggang).

Atas laporan tersebut, anggota Tagana langsung berkoordinasi ke Posko Tagana dan melaporkan kejadian ke Pos SAR Belitung (Basarnas). Setelah seluruh tim berkumpul, pencarian dimulai sekitar pukul 09.45 wib dengan menyisir sejumlah titik di pinggiran sungai Lenggang.

Menurut beberapa saksi mata, buaya yang diduga menerkam korban sempat beberapa kali terlihat dengan membawa korban. Namun ukuran buaya yang diperkirakan mencapai 7 meter, membuat upaya melepaskan korban dari mulut buaya agak terkendala.

“Pada hari Minggu, 13 Juni 2021 sekitar jam 05.40 WIB telah menerima laporan lewat telpon bahwa ada warga yang diterkam buaya. Menurut keterangan saksi pada saat itu diketahui ada orang yang minta tolong di pinggiran aliran Sungai Lenggang dan melihat gemercik air di pinggir sungai,” kutip laporan anggota Tagana Beltim.

Berdasarkan keterangan tim pencarian, korban diketahui bernama Edi Pradesa (42) warga RT 04 dusun Rasau Desa Gantung. Sesaat sebelum diterkam buaya, korban baru saja akan melakukan aktifitas mencari timah di Sungai Buta. Korban diduga tidak mengetahui pasti keberadaan buaya mengingat hari masih pagi dan gelap.

Upaya pencarian korban sempat dihentikan sementara sekitar pukul 10.00 wib karena sejumlah tokoh adat melakukan ritual di pinggir sungai. Setelah itu, barulah pencarian dilanjutkan dengan menurunkan dua rubber boat dan satu kapal nelayan. “Korban di temukan pada pukul 13.45 wib, lansung di evakuasi ke RSUD Beltim sebelum di bawa ke rumah duka,” demikian bunyi laporan.

Sementara itu, Kepala Pos SAR Belitung Rahmat yang ditemui usai evakuasi korban membenarkan bahwa Pos SAR Belitung mendapat laporan orang hilang diterkam buaya. Setelah dilakukan upaya pencarian, korban dapat ditemukan walaupun dalam kondisi tidak utuh. “Pada jam 13.35 WIB korban ditemukan di depan dermaga PT timah dalam keadaan meninggal ada bagian tubuh yang luka dan sobek,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, upaya pencarian korban agak kesulitan karena tubuh korban tidak dilepaskan oleh buaya. Selain itu, buaya juga terus bergerak sehingga tim pencarian harus waspada.

“Kesulitannya, karena binatang buas timbul tenggelam tidak melepaskan korban. Jadi Kita lebih waspada dan hati-hati pada saat evakuasi, takutnya binatang itu menunggu (menyerang balik),” jelasnya.

Usai ditemukan, tubuh korban langsung dimasukkan dalam kantor mayat dan dievakuasi menuju RSUD Beltim dengan menggunakan kendaraan Operasional BPBD Beltim. Rencananya, setelah dilakukan pemulasaran, jenazah langsung dibawa ke pekuburan untuk dimakamkan. (msi)