Nambang di DAS Manggar, CEA Terancam 10 Tahun Penjara

by -
Nambang di DAS Manggar, CEA Terancam 10 Tahun Penjara
Barang bukti TI Rajuk yang diamankan

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Satuan Reskrim Polres Belitung Timur (Beltim), menetapkan Pemilik Tambang Rajuk yaitu CEA (30) sebagai tersangka. Hasil penyidikan, tersangka diduga telah melakukan aktifitas penambangan ilegal di DAS Manggar.

Kasat Reskrim AKP Ghalih Widyo Nugroho, SH, SIK mengatakan, pelaku penambangan ilegal yang beraktifitas di aliran sungai Manggar, di Desa Sukamandi Kecamatan Damar, telah ditangkap pada Kamis, 16 Januari 2020 sekitar pukul 16.00 WIB.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yaitu 3 unit mesin diesel, 3 unit Pompa, 6 unit mesin diesel yang 24 , 3 unit pompa air. Total ada 3 Ponton. Dari kegiatan tersebut, tersangka yang berhasil kita amankan 1 orang dengan inisial CEA (30).

“Tersangka terjerat Padal 158 UU Minerba, ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, denda Rp. 10 Milyar,” ungkap AKP Ghalih kepada belitongekspres.co.id, Rabu (22/1/2020).

Pelaku ditangkap, telah melakukan penambangan di Daerah Aliran Sungai (DAS). Tersangka merupakan pemilik TI Rajuk. Namun untuk para pekerja dikenakan sebagai saksi. Karena, kata AKP Ghalih, yang bertanggungjawab adalah pemiliknya.

“Hasil pemeriksaan, mereka mengakui bahwa kegiatan yang mereka lakukan pada tempat yang dilarang. Selama ini mereka bekerja secara kucing-kucingan atau sembunyi-sembunyi,” ujar AKP Ghalih.

Dikatakan Kasat Reskrim, sebelum dilakukan penangkapan, pihak Polsek telah melakukan himbauan dan penertiban, menyampaikan bahwasanya jangan melakukan kegiatan penambangan di tempat DAS tersebut. Peringatan dilakukan berulang kali, dilakukan kegiatan preemtif, namun mereka membandel dan tidak mengindahkan. Sehingga dilakukan penegakan hukum. Saat ini tersangka mendekam di sel tahanan Polres Beltim.