Narkoba Rambah Pelajar di Belitung, 4 Bulan, 56 Pelajar Diasesmen BNNK, Hari ini, 7 Pelajar SMKN Diamankan

by -
Narkoba Rambah Pelajar di Belitung, 4 Bulan, 56 Pelajar Diasesmen BNNK
Narkoba Rambah Pelajar di Belitung, 4 Bulan, 56 Pelajar Diasesmen BNNK
Tujuh pelajar salah satu SMK Negeri yang diduga menyalahgunakan narkoba dilakukan pendataan dan asesmen oleh pihak BNNK Belitung, Kamis (14/11) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Penyalahgunaan Narkoba kini sudah merambah dunia pendidikan di Kabupaten Belitung. Dalam kurun waktu empat bulan sebanyak 56 pelajar penyalahguna barang haram itu diberikan Asesmen oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung.

Terbaru, Kamis (14/11) kemarin BNNK Belitung kembali mengamankan tujuh orang siswa dari salah satu SMK Negeri di Kecamatan Tanjungpandan. Para pelajar ini diduga menggunakan narkoba dan zat adiktif berbahaya lainnya.

Kepala BNNK Belitung, Dik Dik Kusnadi, mengaku prihatin melihat maraknya kondisi peredaran narkoba yang sudah merambah ke dalam lingkungan pelajar di Kabupaten Belitung. Oleh karenanya, pemerintah daerah harus mengambil langkah cepat untuk melakukan antisipasi jika ingin selamat dari bahaya narkoba tersebut.

Tindakan antisipasi penyalahgunaan narkoba wajib menyentuh semua lapisan masyarakat termasuk pihak-pihak swasta. Ada dua cara antisipasi yang harus dilakukan. Pertama melalui fakta integritas untuk tidak menggunakan narkoba yang semuanya ditandatangani oleh pegawai, pekerja, maupun staf.

Kemudian harus ada warning dari pimpinan kepada semua karyawan dan pekerjaannya untuk tidak menggunakan narkoba. Tes urin juga harus dilakukan kepada siapa saja, kapan saja yang berprilaku aneh, dan mencurigakan.

Pasalnya, pengguna narkoba akan menunjukkan perilaku yang aneh dan mencurigakan. Kata Dik Dik itu bisa terlihat dari mental, perilaku dan psikis mereka. Masyarakat jangan takut untuk melaporkan kepada BNNK, kalau ada sanak keluarga dan saudara yang menggunakan narkoba. Sebab, yang harus takut itu adalah pengedar narkoba.

“Kami yakinkan kepada masyarakat dan pengguna narkoba untuk jangan takut melapor dan datang ke BNNK. 100 persen tidak akan kami penjarakan. Tapi kalau tertangkap, maka proses hukum harus tetap berjalan. Lantas kalau datang dengan kesadaran dan ingin sembuh, kita akan bantu untuk proses penyembuhannya,” katanya kepada Belitong Ekspres, Kamis kemarin.

Terkait diamankannya tujuh orang pelajar di salah satu SMK di Tanjungpandan, pihaknya sudah memanggil kepada orangtua dari siswa-siswa tersebut. Mereka sudah dilakukan pendataan dan diberikan asesmen oleh pihak BNNK Belitung.

“Mereka telah kita berikan asesmen dan terus akan kita pantau perkembangannya. Mereka dapat barang tersebut dari luar. Kita masih dalami dan kita tidak akan tinggal diam terkait masalah ini,” tegas Dik Dik.

Untuk barang bukti yang ditemukan berupa Kratom (Mitragyna Speciosa), lem aibon, obat apotek, baik itu komix dan tramadol. Kata dia, selama empat bulan terakhir ada sejumlah 56 orang pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Belitung yang diamankan dan diberikan asesmen.

“Ada sesuatu yang menghawatirkan dan meresahkan, apalagi fenomena ini seperti gunung es. Kalau persoalan ini tidak cepat disikapi bisa saja kriminalitas akan meningkat, seks bebas, dan ketenangan serta kenyamanan daerah akan goyang. Oleh sebab itu mari sama-sama kita berantas peredaran narkoba dan kalau mau selamat dari narkoba, mari sadari bahaya narkoba dan tetap waspada,” pungkasnya.

Sementara itu Aq (16) salah seorang pelajar SMK yang diduga menggunakan narkoba mengatakan, dia dipaksa oleh temannya untuk mengonsumsi narkoba jenis Kratom (Mitragyna Speciosa). Dirinya juga mengaku menggunakan barang haram tersebut semenjak satu bulan terakhir.

“Saya cuma ikut-ikutan. Teman yang bawa. Kalau tidak mau kita ditekan dan dipaksa. Kita minumnya sama dengan yang lain,” katanya sambil menetaskan air mata dan mengaku menyesali perbuatannya, saat ditanya Belitong Ekspres.

(Rheza | belitongekspres.co.id)