NasDem Sesalkan Target PAD 2016

by -

*Target Lebih Rendah, Tidak Sesuai Kesepakatan

MANGGAR – Fraksi NasDem DPRD Belitung Timur (Beltim) menyesalkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2015, lebih rendah dibandingkan rencana awal pembahasan RAPBD. Semula disepakati target PAD mencapai Rp. 80 miliar, namun di dalam penyampaian RAPBD oleh Penjabat Bupati Beltim, H. Hardi, disebutkan target PAD hanya sebesar Rp. 75.922.653.501.

“Terkait paripurna penyampaian RAPBD, sebelumnya kita sudah sepakat (dalam rapat, red) kemaren bersama TAPD bahwa pendapatan asli daerah harus mencapai Rp. 85 miliar. Tetapi kita turunkan menjadi Rp. 80 miliar dan sepakati. Kalau angkanya masih seperti penyampaian RAPBD kurang lebih Rp. 75 miliar masih terlalu jauh angkanya,” ungkap Ketua Fraksi NasDem DPRD Beltim, Oman Anggari, usai mengikuti rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi, Selasa (10/11) kemarin.

Padahal kata Oman, yang ditemui Belitong Ekspres, diruang kerjanya, Selasa (10/11) kemarin, target PAD yang disepakati masih realistis untuk dicapai. Hal ini, jelas Oman, sangat memerlukan keseriusan Pemerintah daerah.

“Bisa tercapai ketika ada keseriusan Pemda dan SKPD terkait yang menjadi sumber PAD. Misalnya Dinas Perhubungan, Bina Marga, Cipta Karya dan lain-lain. Kalau terjadi peningkatan PAD akan ada banyak keuntungan,” terang Oman.

Dijelaskan Oman, keuntungan yang bakal diterima daerah adalah berbanding lurus dengan penerimaan dana pusat, dana perimbangan maupun bagi hasil Provinsi. Selain itu, kemampuan meningkatkan PAD mengindikasikan kemampuan keuangan daerah cukup tinggi.

“Kalau tercapai target PAD, artinya kemampuan keuangan daerah kita tinggi. Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) otomatis akan meningkat dengan sendirinya. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui program dan kegiatan. Perputaran uang di daerah semakin tinggi,” jelas Oman.

Dikatakan Oman, PAD dapat menjadi tolak ukur daerah. Kemampuan menerima PAD akan berimbas pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Kami (legislatif, red) selalu menekankan peningkatan PAD, karena berimbas pada penerimaan dana DAU, DAK dan lain-lainnya. Makanya terkait Pemda hanya menargetkan di angka Rp. 75 milyar, kami sedikit kecewa. Artinya kami belum puas dengan kinerja Pemda,” kata Oman.

“Kalau memang kinerja pimpinan SKPD tidak mampu, kan ada wacana resuffle atau rotasi, ya sudah lakukan saja. Kita ingin SKPD yang mampu bekerja kalau tidak mampu ya sudah,” tegas Oman. (feb)