Nasib Buruh Sawit, Ditentukan Usai Imlek Enak Buruh Perempuan Mengadu ke DPRD Beltim

by -

MANGGAR – Sebanyak enam orang buruh perempuan di perkebunan Kelapa sawit di Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Selasa (2/2) kemarin. Kedatangan mereka ‎ke gedung wakil rakyat tersebut untuk mempertanyakan penyelesaian persoalan Ketenagakerjaan yang memutuskan hubungan kerja (PHK) mereka tanpa kesepakatan yang diterima.
Pada pertemuan tersebut diakui memang belum menemukan kesepekatan yang berarti. Pasalnya, si pemilik perkebunan yang diketahui bernama Yongmin, tak bisa hadir pada pertemuan tersebut. Tak hadirnya Yongmin, karena sedang dalam suasana merayakan hari raya Imlek.
Hadir pada pertemuan juga diundang SKPD terkait diantaranya Dinsosnakertrans, dan Distanhut ‎Beltim, serta undangan lainya.

 

Kabid HI dan PK Dinsosnaker Beltim Suroso mengatakan, pihaknya akan menjadwal-ulangkan pertemuan usai hari raya Imlek. Saat pertemuan itulah, persoalan pesangon tersebut akan difasilitasi untuk dicari jalan keluarnya.

“Karena si (Pengusaha tidak hadir) Karena informasinya dia mau merayakan Imlek. Maka mungkin akan kita kembali laksanakan usia perayaan Imlek, dan hasilnya pertemuan ini kita kembali akan mengundang si pemilik perkebunan tersebut,” ungkap Suroso kepada wartawan, Rabu (3/2) kemarin.

Suraso menjanjikan, jika si pemilik perkebunan datang pada pertemuan selanjutnya, pihaknya akan berusaha menyelesaikan apa yang menjadi tuntutan keenam pekerja sawit tersebut. Jalan keluar akan dicari dengan mempertemukan pemilik perkebunan dan pekerja yang di PHK. Dasar penyelesaian tuntutan pesangon adalah aturan yang mendasari UMP.

“Kami berharap nanti ada komunikasi yang baik antara pengusaha dan karyawan tersebut. Silakan pemberian pesangon berdasarkan sesuai kesepekatan kerja. Nanti begitu ketemu angkanya, pemilik perkebunan dan pekerja bisa berunding,” papar Suroso.

Sebelumnya enam pekerja sawit di perusahaan milik Yongmin merasa keberatan dengan pemutusan hubungan kerja mereka baru-baru ini. Dan, mereka menuntut si pengusaha membayar pesangon mereka usai di-PHK. Diketahui permasalahan PHK ini diberikan Yongmin, karena ada kesahalan yang dilakukan oleh pekerja secara berulang-ulang. ‎(feb)