Nelayan Belitung Pernah Dirompak di Perairan Muntok

by -

TANJUNGPANDAN-Nelayan Pulau Belitung pernah jadi korban perompakan di Perairan Muntok Bangka letaknya 41 Mill dari Belitung, saat mencari ikan. Itu diungkapkan Kasat Rolda Ditpol Air Polda Babel AKBP Irwan Nasution, Minggu (17/4) kemarin.

Belum diketahui pasti siapa yang merampok nelayan tersebut, namun dugaan ada indikasi perompak setempat melakukan perampasan itu. Barang-barang yang dirampas berupa hasil tangkapan, teropong dan GPRS milik nelayan Pulau Seliu.

Kasat Rolda Ditpol Air Polda Babel AKBP Irwan Nasution membenarkan adanya informasi itu. Menurutnya peristiwa tersebut terjadi beberapa bulan lalu, sebelum terjadinya penyanderaan Warga Negara Indonesia oleh Pasukan Abu Sayyaf di Perairan Plipinana.

“Mereka dirampok di Perairan Muntok. Katanya, hasil tangkapan dan barang-barang peralatan kapal diambil. Oleh sebab, kami rutin melakukan patroli, untuk mengantisipasi hal seperti di Perairan Philipina terjadi di Perairan Babel,” kata AKBP Irwan.

Untuk mengantisipasi hal itu terjadi di Perairan Babel, Jajaran Polair Polda Babel melakukan Patroli dan Sosialisasi di Pulau Seliu, Membalong. Kegiatan ini dilaksanakan, Jumat (15/4) pekan lalu.

Untuk sosialisasi, Polair Polda Babel ini menjelaskan tentang aturan saat masyarakat Pulau Seliu yang mayoritas nelayan ini hendak menjaring ikan. Khususnya menggunakan jaring trol dan alat berbahaya yang dapat merusak lingkungan.

Kasat Rolda Ditpol Air Polda Babel AKBP Irwan Nasution mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polair kepada masyarakat nelayan. Khususnya tentang aturan saat melaut dan menggunakan alat mencari ikan.

“Selama ini kami hanya menangkap-menangkap para nelayan yang melanggar. Dan sebenarnya mereka tidak tahu, apakah mereka melanggar atau tidak. Maka dari itu, kita sosialisasikan itu,” kata AKBP Irwan.

Mantan Wakapolres Belitung ini menjelaskan, dia meminta kepada masyarakat untuk mencari ikan dengan menggunakan alat ramah lingkungan, sehingga tidak merusak ekosistem bawah laut.

“Masyarakat yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias. Mereka, saling tanya jawab mengenai masalah mencari ikan di laut. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan nelayan sehingga mereka tidak melanggar aturan,” katanya. (kin)