Nelayan Desak Kapolda

by -

*Tangkap KIP Mutiara Hitam 3 PT SJI

PANGKALPINANG – Kapolda Bangka Belitung (Babel) Brigjen Pol Gatot Subiyaktoro didesak untuk dapat menangkap KIP Mutiara Hitam 3 PT Sumber Jaya Indah (SJI), kemarin (4/3). Desakan yang berasal dari nelayan Batu Perahu ini menyusul, dugaan pelanggaran yang dilakukan KIP Mutiara Hitam 3 sejak sore hari tanggal 2 Maret 2015 sampai 3 Maret 2015 di peraian Mempunai.
Diketahui, izin SJI sebelumnya telah dicabut oleh Bupati Bangka Selatan (Basel), Senin (2/3). Namun sayangnya, hal tersebut tak diindahkan oleh PT SJI. KIP Mutiara Hitam milik PT SJI masih tetap melakukan penambangan di peraian Laut Mempunai. Alhasil, masyarakat nelayan melaporkan hal ini ke Polres Basel dan Polda Babel.
“Demi keadilan, saya atas nama nelayan masyarakat Toboali ingin menyampaikan telah terjadi pelanggaran yang dilakukan KIP Mutiara Hitam 3. Oleh karena itu saya berharap kapolda segera menangkap KIP Mutiara Hitam 3, merampas keuntungan yang diperoleh, menangkap orang yang memberi perintah untuk melakukan tindak pidana,” tegas Kodi Midahri, nelayan Batu Perahu kepada Radar Bangka, kemarin (4/3). Menurutnya, munculnya reaksi keras dari nelayan, lantaran masyarakat nelayan yang berdomisili di kawasan tersebut meresa resah akibat KIP masih berada di perairan tersebut. Mirisnya lagi, hingga saat ini pihak kepolisian Basel melakukan pembiaran padahal keberadaan KIP bertentangan dengan pasal 164 UU Minerba.
“Untuk itu memproses secara hukum pembiaran yang dilakukan Polres Basel atas aktifitas ilegal KIP Mutiara Hitam 3 yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal dan vertikal. Yang aneh mungkin karena pihak perusahaan merasa kebal hukum hingga dibiarkan begitu saja, padahal sudah dilaporkan ke Polres Basel,” kesalnya. Kodi juga berjanji akan melakukan tembusan surat ke Dir Tipiter Mabes Polri, Kabareskrim Mabes Polri, Kapolri, Menteri Energi dan SDM, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kelautan dan Perikan dan Presiden RI untuk mencegah kerawanan stabilitas keamanan masyarakat khususnya masyarakat nelayan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Saya sangat berharap bapak Kapolda tidak takut menegakkan hukum sebagaimana mestinya untuk menyelesaikan permasalahan ini demi masyarakat nelayan dan tegaknya pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Pasalnya tindakan pembiaran itu sudah tak dapat ditolelir dan menciderai rasa kepercayaan masyakat terhadap petugas kepolisian di Bangka Selatan. Jika ini dibiarkan akan timbul asumsi negatif masyarakat, karenanya diharapkan menangkap KIP dan orang-orang yang memberi perintah untuk melakukan tindakan pidana dan segera diamankan pihak kepolisian demi keadilan,” imbuh Kodi.
Kapolres Basel dikonfirmasi Radar Bangka mengatakan pihaknya segera turun ke laut untuk mengecek ke KIP SJI. “Sore ini kita akan cek kapal. Media saya undang kita cek ke kapal SJI,” tegasnya.
Sementara, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung siap menangani laporan nelayan Batu Perahu. Direktur Reskrimsus Polda Babel, Kombes Pol Herry Santoso mengatakan, operasi Kapal Isap Produksi (KIP) milik PT SJI dinilai melanggar izin operasional. “Benar, kita sudah terima laporan dari nelayan Toboali atas dugaan aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan PT SJI. Pasti kita tindak lanjuti laporan mereka, dengan memanggil pihak terkait. Namun saya minta nelayan bersabar, nelayan merasa ijin KIP PT SJI sudah dicabut, sementara kita tampung dulu informasi itu,” ungkap Herry.
Ia menjelaskan, bahwa nelayan Toboali mendatangi Polda Babel dengan maksud melapor kasus Ilegal Minning (Pertambangan Ilegal-red) yang dilakukan KIP milik PT SJI yang kini masih beroperasi di perairan Batu Perahu Toboali. “Para nelayan Toboali ini datang ke Polda untuk melaporkan kasus Ilegal Minning yang dilakukan KIP milik PT SJI. Sepengetahuan nelayan, ijin KIP PT SJI telah dicabut oleh Bupati Basel, Jamro Jalil,” tukasnya.(bim/cr62)