Nenek Penjual 200 Kampil Arak Asal Manggar Divonis Bersalah

by -
Nenek Penjual 200 Kampit Arak Asal Manggar Divonis Bersalah
Polisi saat membawa BB Arak di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Wati Johan (63) penjual Arak asal Kecamatan Manggar, Kabupaten Beltim divonis denda Rp 5.680.000, saat sidang Tipiring yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Senin (26/4).

Pasalnya, nenek-nenek ini terbukti secara sah bersalah melanggar Pasal 371 Ayat 1 Peraturan Daerah (Perda) Belitung Timur Nomor 5 Tahun 2017, Tentang Pengendalian Minuman Beralkohol (Minol).

Tedakwa terbukti menjual Minol tanpa adanya perizinan. Sehingga Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan yang dipimpin Endi Nursatria memvonis terdakwa dengan denda tersebut.

Jika dalam waktu yang ditentukan terdakwa tidak bisa membayar, maka hukuman denda akan diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan. Namun, terdakwa belum menentukan apakah dibayar atau tidak.

Sebelumnya, Polres Beltim mendapat informasi dari masyarakat mengenai adanya penjualan miras tanpa adanya izin. Akhirnya Selasa (6/4) lalu, mereka mendatangi lokasi yang berada di Desa Kurnia Jaya, Manggar.

Setiba di rumah nenek tersebut, polisi melihat ada sebanyak dua ratus kampil Arak dan puluhan minuman beralkohol jenis botol. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata minuman tersebut tak memiliki izin.

Hingga akhirnya dua ratus kampil Arak dan minol tersebut dibawa ke Mapolres Beltim untuk dijadikan sebagai barang bukti. Setelah itu dinaikan ke proses persidangan tindak pidana ringan (Tipiring).

Selain Wati Johan, Penuntut Umum Polres Beltim juga menyidangkan terdakwa lain dengan kasus yang sama. Yakni terdakwa Jun Lim (51). Pria ini kedapatan menjual minuman beralkohol tanpa izin.

Dari tangan terdakwa, polisi mengamankan empat botol besar minuman keras jenis arak di rumahnya yang berada di Kawasan Kecamatan Damar. Dalam sidang ini, Jun Lim dinyatakan bersalah.

Dia melanggar Pasal 371 Ayat 1 Peraturan Daerah (Perda) Beltim Nomor 5 Tahun 2017, Tentang Pengendalian Minuman Beralkohol. Yakni terdakwa terbukti menjual minuman beralkohol tanpa adanya perizinan.

Sehingga terdakwa divonis denda sebesar Rp 920 ribu. Namun apabila tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 15 hari. Untuk seluruh barang bukti kedua terdakwa disita negara, untuk dimusnahkan. (kin)