Ngaku Buat Makan, Telat Gajian, 4 Karyawan Embat Barang Perusahaan di Kecamatan Damar

by -
Ngaku Buat Makan, Telat Gajian, 4 Karyawan Embat Barang Perusahaan di Kecamatan Damar

belitongekspres.co.id, DAMAR – Jajaran Unit Reskrim Polsek Manggar berhasil mengungkap kasus pencurian barang berupa Besi Trackling Excavator milik PT SP pada Rabu (18/3) pekan lalu. Dalam kasus ini polisi mengamankan 4 tersangka, satu diantaranya merupakan penadah hasil pencurian tersebut.

Ketiga tersangka yakni, DF (51), DW (27), dan Pet (40), yang merupakan orang dalam. Mereka berstatus karyawan kontrak PT SP, KSO di Dusun Mempaya I Desa Mempaya Kecamatan Damar. Selain itu, polisi juga menahan 1 orang penadah, yaitu Sun (33) juga ikut ditahan di Polsek Manggar.

“Kejadian ini diketahui oleh pelapor, yakni selaku kepala logistik PT SP KSO. Diketahui pada saat pelapor melakukan pengecekan barang-barang logistik, dan pelapor tidak melihat dan menemukan barang berupa besi Trackling Excavator,” terang Kapolsek Manggar, AKP Suseno Joko Waluyo kepada Belitong Ekspres, Ahad (22/3).

Berdasarkan kejadian itu, kemudian kepala logistik perusahaan melapor ke Polsek Manggar. Dari laporan nomor LP/B- 339/III/2020/Babel/Res Beltim/Sek Manggar, Kamis tanggal 19 Maret 2020, polisi melakukan penyelidikan.

“Hasilnya, terungkaplah pelaku, yaitu 3 karyawan dan 1 penadah. Kemudian kami melakukan penangkapan dan penahanan. Atas kejadian tersebut pihak PT SP KSO mengalami kerugian sebesar lebih Kurang Rp 10 Juta,” tutur Kapolsek Manggar.

Adapun barang bukti yang ikut diamankan, yaitu satu sisi rantai besi Tracklink Excavator, satu buah Gerobak besi warna biru, satu unit sepeda motor merk honda Supra Warna Hitam tanpa Nomor Polisi. Ketiga tersangka menganggap itu barang bekas (rongsokan), jadi dijual ke tukang besi.

Atas perbuatannya, 4 tersangka terancam pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHPidana dan Pasal 480 ayat 1 KUHPidana, tentang Tindak Pidana pencurian dengan pemberatan dan penadahan. “Dari hasil pemeriksaan 3 tersangka mengaku menjual barang tersebut untuk makan, karena lapar belum gajian, gaji terlambat,” tandas AKP Suseno. (dny)

Edtor: Yudiansyah