Ngaku Tak Miliki Uang? Pria 4 Anak Asal Tanjungpandan Nekat Curi Fiber Ikan 

by -
Ngaku Tak Miliki Uang? Pria 4 Anak Asal Tanjungpandan Nekat Curi Fiber Ikan 
FH saat diamankan di Polsek Tanjungpandan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Mengaku gelap mata lantaran faktor ekonomi, seorang pria yang memiliki empat orang anak nekat mencuri fiber tempat ikan ukuran 800 liter, di Pelabuhan Perikanan Tanjungpandan, Jumat (26/6) pekan lalu.

Pria berinisial FH (39) Warga Perumnas, Pelempang Jaya ini ditangkap polisi di kediamannya, Sabtu (27/6) dini hari. Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan di Polsek Tanjungpandan.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma mengatakan, penangkapan berawal laporan dari korban. Yakni Ruslan yang berprofesi sebagai nelayan. Pagi itu sekitar pukul 06.00 WIB dia mengaku kehilangan fibernya.

Akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjungpandan. Mendapati informasi itu, jajaran Unit Reskrim langsung menuju ke lokasi untuk mencari bukti-bukti dan memeriksa saksi-saksi.

“Saat kita mintai keterangan saksi, ada salah satu orang yang melihat fiber warna kuning itu di belakang klenteng Pasar Tradisional Tanjungpandan,” kata Ipda I Made kepada Belitong Ekspres, Minggu (28/6).

Setelah itu, polisi dan korban menuju ke lokasi untuk memastikan apakah barang yang dimaksud adalah miliknya. Setiba di tempat, polisi dan Ruslan memeriksa fiber tersebut. Hingga akhirnya korban memastikan fiber ikan tersebut miliknya.

“Setelah itu kita tanyai lagi kepada warga sekitar. Mereka menyebut barang tersebut dibawa oleh FH dan disembunyikan di belakang kelenteng Pasar Tanjungpandan” ungkap I Made.

Usai mendapat informasi dari warga, Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan langsung melakukan pencarian terhadap tersangka FH. Dan pada dini hari, pelaku berhasil diamankan polisi saat berada di kediamannnya.

Pada saat dilakukan penyidikan, FH mengakui perbuatannya. Dia sudah merencanakan kejahatan tersebut sejak beberapa hari sebelum tersangka ditangkap. Saat melancarkan aksi, ia melakukan sendirian.

“Waktu itu sekitar pukul 4 dini hari dia datang ke pelabuhan dengan membawa grobak. Setelah itu dia mengambil fiber ikan tersebut dan mendorongnya hingga kelenteng,” jelas Ipda I Made.

“Sekarang pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatannya FH dijerat dengan Pasal 362 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Tentang Pencurian. Ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, FH tak menampik apa yang diungkapkan pihak kepolisian. Katanya dia nekat melakukan perbuatan tersebut lantaran faktor ekonomi. Sebab, pada saat pandemi Covid-19 pendapatan sebagai pekerja serabutan di pelabuhan menurun.

“Saya gelap mata. Saya hilaf. Itu saya lakukan lantaran tak memiliki uang. Apalagi ada saya ada empat orang anak,” kata FH. (kin)

Editor: Yudiansyah