Nilai Pemahaman Pancasila Harus Lebih Ditingkatkan

by -
Nilai Pemahaman Pancasila Harus Lebih Ditingkatkan
Bupati Beltim, Burhanudin.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pemahaman masyarakat terhadap nilai Pancasila sebagai ideologi negara harus ditingkatkan. Selama ini, banyak faham-faham yang secara nilai bertentangan atau tidak sejalan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini diungkapkan Bupati Beltim, Burhanudin seusai peringatan hari lahir Pancasila secara virtual di ruang rapat Bupati Beltim, Selasa (1/6).

Peringatan hari lahir Pancasila juga dihadiri Wakil Bupati Khairil Anwar, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Mustafa Akbar, Danlanud HAS Hanandjoeddin Letkol Nav Rudy Hartono, Wakapolres Beltim Kompol Agus Handoko dan perwakilan Kajari Beltim.

“Kita berharap melalui peringatan hari lahir Pancasila ini sebagai ideologi negara nilai-nilai dan pemahaman masyarakat terhadap landasan harus lebih ditingkatkan. Kita ingin pancasila dilaksanakan secara utuh dalam tatanan kehidupan berdemokrasi di wilayah kita dan negara kita umumnya,” tegasnya.

Dikatakan pria yang akrab disapa Aan, sebagai bangsa yang memiliki beragam suku dan berdiri diatas bhineka tunggal ika, selayaknya dijaga demi keutuhan bangsa. “Mari kita menjaga kebhinekaan, kemajemukan bangsa dalam rangka menjaga persatuan bangsa kita. Karena semua itu demi upaya kita menghindari persoalan adu domba dan saling memaksakan kehendak yang akan membuat kita berpecah belah,” jelasnya.

Meski tidak secara langsung menyatakan pergeseran pemahaman Pancasila ditengah masyarakat, Burhanudin menilai sudah saatnya dipahami sebagai landasan ideologi bangsa. “Kita ingin warga memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai landasan ideologi bangsa kita. Ini pesan kita dan semoga bisa dipahami dan ditingkatkan pemahamannya,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja mengutip pidato Presiden RI Joko Widodo yang menegaskan Pancasila menghadapi tantangan yang semakin berat. “Tadi sambutan pak Jokowi, pancasila itu menjadi relevan saat ini, jadi dasar kita menghadapi tantangan kedepan yang semakin berat. Apalagi ditengah pandemi Covid dan memang salah satu nilai pancasila adalah gotong royong, jadi itu harus kita gunakan sebaiknya dan diamalkan saat ini,” urai Fezzi.

Menurutnya, pandemi Covid hanya dapat diatasi dengan mengamalkan nilai gotong royong itu sendiri. Contohnya, pemakaian masker secara masif dan membantu orang yang terpapar Covid-19 selama isolasi mandiri.

“Untuk keluar dari pandemi, istilah gotong royong harus kita laksanakan sebaiknya. Ada sisi ekonomi dan sisi kesehatannya. Kita memakai masker salah satu (bentuk) gotong royong artinya bersama-sama. Tidak bisa satu dua orang makai masker tapi semua. Itu butuh kesadaran kita,” harapnya. (msi)