Nilai Tukar Petani Naik 1,27 Persen

by -

PANGKALPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merilis adanya kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi di Babel selama Desember 2016. Kenaikan terjadi sebesar 1,27 persen dari NTP bulan November, yakni semula 98,58 menjadi 99,84.

“Subsektor yang mengalami kenaikan NTP, yakni tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,14 persen, peternakan 0,19 persen, dan subsektor perikanan 1,36 persen. Sebaliknya subsektor tanaman pangan mengalami penurunan NTP sebesar 0,18 persen dan hortikultura 0,10 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Babel Darwis Sitorus saat Jumpa Pers di Kantor BPS Provinsi Babel, Rabu (4/12).

Kenaikan nilai tukar petani tersebut, jelas dia disebabkan oleh naiknya indeks harga hasil produksi pertanian atau lebih besar daripada naiknya indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.

Indeks harga yang diterima petani (It) pada bulan Desember 2016 mengalami penaikan 1,45 persen dari It sebelumnya, semula 118,81 menjadi 120,53.

“Kenaikan It terjadi karena naiknya It pada empat subsektor, hanya subsektor tanaman pangan yang mengalami penurunan It sebesar 0,03 persen,” imbuhnya.

Ia merincikan subsektor yang mengalami kenaikan yakni it subsektor hortikultura naik sebesar 0,08 persen, tanaman perkebunan rakyat 2,35 persen, peternakan 0,24 persen, dan subsektor perikanan naik 1,47 persen.

Indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada bulan Desember 2016 mengalami kenaikan 0,17 persen dari Ib sebelumnya, dari 120,52 menjadi 120,73.

“Kenaikan itu disebabkan oleh naiknya Ib di seluruh subsektor.
Subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,15, hortikultura naik sebesar 0,18 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,20 persen, peternakan 0,04 persen, dan perikanan sebesar 0,11 persen.

“NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. Makin tinggi NTP, makin tinggi pula tingkat kemampuan daya beli petani,” sambungnya.

(fiz)