Nipu, Ivon Dilaporkan ke Polisi

by -

*Diduga Gelapkan Ratusan Juta Uang Arisan

MANGGAR-Seorang wanita Kepala Arisan, bernama Ivon (26) warga Jalan pasar Lipat kajang Manggar Belitung Timur (Beltim), diadukan oleh peserta arisan ke Polres Beltim, Rabu (29/4) kemarin. Ivon diduga telah menggelapkan rutasan juta uang arisan milik rekan-rekannya.

Modus arisan yang dijalankan oleh Ivon, bukan baru dilakukan, bahkan sudah dimulai sejak tahun 2013 lalu. Besar arisan yang dipatok olehnya setiap hari pun berbeda-beda. Ada yang Rp.100 ribu perhari, Rp 50 ribu perhari, dan Rp 20 ribu perhari.

Paling tidak, dari catatan korban arisan ini, mereka telah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Hingga kemarin, baru lima orang korban mengadukan permasalahan ini ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Beltim.

Salah seorang korban arisan yang mengaku sudah dirugikan Ivon, Yakni Voni (26), warga Desa Baru, Manggar Rabu (29/4) kemarin didampingi 2 rekannya mendatangi Mapolres Beltim untuk melaporkan hal tersebut. Voni mengatakan arisan itu diduga berkedok penipuan. Bahkan Voni menuturkan, siap untuk melanjutkan perkara tersebut hingga ke meja hijau.

“Kita bukan lagi persoalan dibayar atau tidaknya, tapi dia sudah kita kasih waktu berulang kali. Tapi sampai sekarang tidak ada itikat baik,” ungkap Voni kepada Belitong Ekspres, Rabu (29/4) kemarin.

Menurut Voni, kini sudah ada lima orang yang melaporkan hal ini ke Polres. Namun menurutnya, bukan hanya lima orang saja tapi masih banyak rekannya yang dirugikan melainkan masih banyak korban lainnya, yang kini belum mengadukan persoalan ini kepada pihak kepolisian.

“Masih ada yang lain di luar, sudah menjamurlah pokoknya, cuman mereka belum melapor. Kalau di total seluruhnya mungkin ada ratusan juta,” lapor Voni, yang mengaku kerugian uangnya sebesar Rp 16.000.000,-.

Voni mengatakan, Ivon telah memulai arisan tersebut sejak tahun 2012 lalu. Ia sendiri telah mengikuti arisan kepada Ivon sejak Januari 2014, dan dibubarkan tertanggal 10 Juli 2014.

“Alasan dibubarkannya arisan itu juga tidak jelas. Sampai sekarang duit kita tidak kembali sepenuhnya,” ucap Voni menuturkan bahwa Ivon adalah teman dekat semasa duduk dibangku SLTA dulu.

Sementara, Kapolres Beltim, AKBP Nugrah Trihadi Sik, melalui Kasubbag Humas Polres Beltim, AKP Wagiono membenarkan, adanya persoalan arisan tersebut. Saat ini, tercatat sudah lima orang menyampaikan laporan yang sama kepada polisi.

“Iya, sudah ada lima orang yang sudah mengadukan persoalan ini. Tapi kita masih mau mendalami persoalan ini dulu. Bagaimana-bagaimananya, nanti, saat ini laporannya sudah kita terima dan Kami hanya baru lakukan sebatas mediasi dulu,” pungkas AKP Wagiono. (feb)