Novi Sayangkan Statemen Budi

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Buntut Absennya DPRD di Acara KNPI di Membalong

TANJUNGPANDAN-Ketidakhadiran satu pun anggota wakil rakyat dalam acara Talk Show dan Road Show DPD KNPI di Kecamatan Membalong Sabtu (28/3) lalu, berbuntut panjang.  Sebab, Ketua KNPI Membalong Novi tetap tidak dapat menerima alasan DPRD Belitung yang menyatakan tak menerima undangan sama sekali. Novi menilai, apa yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Belitung Budi Prasetyo tidak logis.
Novi kepada Belitong Ekspres, Rabu (1/4), kemarin, menegaskan, pernyataan Budi Prasetyo di media massa sangat  tidak logis alias irasional. Pasalnya, Budi Prasetyo menyebutkan alasan ketidakhadiran lima orang anggota DPRD Belitung Dapil Membalong, hanya merupakan bagian dari mis administrasi (kesalahan administrasi,Red).
“Padahal, hari Senin pas sebelum pelaksanaan kegiatan. Kami hari Sabtu itu, sudah melayangkan surat dan menitipkannya langsung sama dia (Budi P,red). Dan saat itu, Budi yang menerimanya langsung,” beber Novi Selasa (31/3) malam saat dihubungi Wartawan BE via telepon.
Seperti diberitakan sebelumnya, alasan ketidakhadiran para anggota DPRD Belitung Dapil Membalong daalam acara DPD KNPI di Membalong Sabtu (28/3) lalu, dijawab kompak oleh para wakil rakyat ini.  Ketua DPRD Taufik Rizani merasa tidak menerima undangan kegiatan tersebut.  Sementara, Wakil Ketua DPRD Belitung Budi Prasetyo menyatakan, secara administrasi di lembaga DPRD Belitung ada prosedur yang di jalankan.  Kata Budi, DPRD Belitung sangat mendukung apapun kegiatan dari KNPI. Meskipun dalam setiap kegiatan bukan wajib.  Tetapi, dengan hal-hal seperti itu juga bisa menampung aspirasi-aspirasi masyarakat. “Justru, kegiatan seperti itu ditunggu-tunggu oleh anggota DPRD. Saya rasa, ini hanya masalah mis administrasi saja,” pungkas Budi yang juga pengurus DPD KNPI Bleitung ini,
Novi mengaku sangat menyayangkan, seorang Budi Prasetyo yang notabenenya selain sebagai Wakil Ketua I DPRD Belitung, dia juga sebagai pengurus inti di DPD KNPI.
“Bahkan, dia (Budi P,red) kapasitasnya Sekjen DPD KNPI Belitung,” ucap Novi dengan nada sedikit kecewa.
Novi menuturkan, selain Budi Prasetyo yang menerima dan membaca surat undangan itu, juga ada Ketua Komisi III DPRD Belitung Firuzah.  “Bahkan, Pak Firuzah juga sempat memegang dan membaca surat itu. Dan setelah selesai ngobrol di ruangan Wakil Ketua DPRD, saat itu juga saya ketemu langsung dengan Wahyu Affandi,” katanya.
Novi mengakui, dalam surat yang ditujukan kepada saudara Wakil Ketua I DPRD Belitung Budi Prasetyo itu, isi surat tersebut juga sekaligus ditujukan kepada perwakilan lima anggota DPRD Belitung Dapil Membalong.  “Jadi, karena kami sudah beranggapan ada Budi. Maka, dialah (Budi Prasetyo,red) yang akan menyampaikan kepada mereka,” katanya.
Dikatakannya, Budi Prasetyo bahkan telah menyatakan kesiapannya akan hadir dalam acara tersebut. Asalkan, tidak ada agenda lain di DPRD untuk ke luar daerah. “Artinya, kalau dia, kemudian ada agenda di luar daerah, mengapa, tidak kasih info saja. Atau paling tidak, dia (Budi,red) bisa menghubungi anggota DPRD Dapil Membalong lainnya untuk mewakili salah satunya,” tanya Novi.
Lanjut Novi, yang sangat dia sesalkan, pernyataan Budi bisa seperti demikian. Sangat keterlaluan dan sungguh tak masuk diakal, jika hanya sekadar mengantarkan surat ke sekertariat DPRD minta disposisi ke Ketua DPRD Belitung. “Mungkin, kalau dia ngomong dan nyuruh saya saat itu juga. Nov, tolong, antarkan surat ini ke Sekertariat. Ya, saya saat itu juga langsung antarkan,” ucapnya.
Novi mengatakan, masa iya, seorang Budi yang nota benenya adalah seorang Wakil Ketua I DPRD Belitung tidak bisa mengkondisikan kelima anggota DPRD Dapil Membalong. “Okelah, I Bagus sama Syamsir tidak ada di Membalong. Tapi, yang tiga orang ini Hasbi, Wahyu Affandi sama Ansori, kan ada di Membalong. Masa, mereka ketiganya tidak bisa dihubungi untuk hadir mewakili salah satu,” sesal Novi.
Harusnya, saran Novi, Budi tidak melakukan sikap apatis demikian. Apalagi, kapasitas Budi adalah orang organisatoris. “Sekjen pula. Yang bisa mengambil kebijakan selain Ketua,” ucap Novi.
Sementara itu, ketika wartawan hendak melakukan upaya konfirmasi Rabu (1/4) kemarin, kepada Wakil Ketua DPRD Belitung Budi Prasetyo di Gedung Dewan. Sayangnya, Budi sedang ada agenda dewan bersama sejumlah Komisi di luar daerah.
Ketua DPRD Belitung Taufik rizani saat ditanya mengenai hal tersebut. Taufik menjawab, persoalannya surat undangan  tersebut tidak disampaikan kepada Sekertariat.
“Lantas, Sekertariat tidak menyampaikan kepada Ketua DPRD secara langsung untuk di disposisi. Kemudian, disampaikan kepada perwakilan anggota DPRD Belitung dapil Membalong,” jelas Taufik.
Politikus asal Partai PDIP Belitung itu mengatakan, kalau dia Novi, hanya percaya kepada Budi selaku Pengurus DPD KNPI Belitung, berarti, itu salah. Sebab, dia mengundang atas nama institusi/lembaga DPRD Belitung.
“Walaupun, Budi kapasitasnya sebagai Sekjen DPD KNPI. Namun, secara institusi itu harus disampaikan lewat Sekertariat. Sehingga, ada istilahnya surat masuk yang diekspedisikan. Setelah itu, barulah sampai ke saya. dan saya langsung disposisi-kan kepada anggota DPRD perwakilan dapil Membalong. Jadi, artinya, ini hanya mis komunikasi saja,” pungkas Taufik. (mg2)

Baca Juga:  PDIP Buka Diri untuk Non Kader

Rate this article!
Tags:
author

Author: