Nusyamsu : Jangankan Warga, Saya Juga Bingung

by -

//Soal Tanggungan BPJS Kesehatan

TOBOALI – Nursyamsu selaku Wakil Bupati Bangka Selatan (Basel) ternyata mengaku hal sama yang dialami masyarakat khususnya peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Bingung, kata Nursyamsu saat menyikapi pembayaran yang dikenakan ke pasien BPJS kesehatan di Apotek Hanna sebagai mitranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Mencengangkan, jumlah pembayaran yang harus dilunasi pasien BPJS ini Rp6,6 juta. Ini lantaran RSUD Basel kehabisan stok obat anastesi di kamar operasi
“Pelaksanaan BPJS ini belum jelas kepada masyarakat. Ini satu contoh kenapa ada kejadian pasien peserta BPJS dimintai menebus obat dengan cara setelah pasien dilakukan operasi, kemudian dibuatkan resep obat ke apotek. Jangan dibebankan seolah masyarakat belum merasakan apa itu BPJS,” kata Nursamsu kepada wartawan, Senin kemarin (16/3).
Menurut Nursamsu, kebingungan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah belum banyak diketahui masyarakat khususnya peserta BPJS. Mestinya, lanjut dia, sebuah kebijakan seperti pihak rumah sakit menjelaskan proses pengobatan ini tidak semua biaya ditanggung seluruh oleh BPJS. Ada selisih yang harus dibayar sendiri oleh pasien. Namun tidak dijelaskan bagian mana yang ditanggung BPJS dan bagian mana yang ditanggung oleh pasien.
“Masyarakat harusnya didahului dengan sosialisasi yang terencana dan terukur. Mana itu tanggungan BPJS dan mana yang tidak ada tanggungan BPJS. Bila perlu dipertemukan semua puskesmas melalui dinas kesehatan,” ucap Nursaymsu.
“Harusnya BPJS lah yang nanggung untuk bisa menjelaskan, bukan hanya BPJS menjamin rawat inap saja. Untuk itu saya himbau BPJS buat pertemuan dengan pihak terkait, jangan masyarakat peserta BPJS ini harus menanggung beban biaya lagi. Masalah ini harus diselesaikan agar masyarakat benar-benar merasakan BPJS,” pungkasnya.(bim)