Oknum Caleg Terpilih Akan Diperiksa Terkait Kasus Tanah

by -

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dalam waktu dekat Polres Belitung akan memanggil terlapor PCN, terkait dugaan kasus tindak penipuan dan penggelapan uang jual beli tanah. Dia bakal dimintai keterangan terkait dugaan kasus tindak pidana tersebut.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki laporan yang menyeret oknum caleg DPRD Belitung terpilih. Usai mendapat laporan itu, penyidik juga akan memanggil saksi berinisial A dan E.

Kedua orang ini merupakan saksi jual beli tanah yang dilaporkan oleh korban berinisal AG (45) pada 23 Agustus 2019 lalu. Korban merupakan seorang wanita yang berdomisili di Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

“Setelah kita melakukan pemeriksaan terhadap A dan E, baru kami akan panggil yang bersangkutan (PCN,red). Kemungkinan pekan depan,” ujar AKP Erwan kepada Belitong Ekspres, Selasa (27/8) kemarin.

Ketika disinggung mengenai perkembangan kasus tersebut, mantan Kapolsek Sijuk enggan berkomentar banyak. Sebab, dalam hal ini polisi masih terus mendalami kasus tersebut sebelum naik proses penyidikan.

“Sementara masih belum ada perkembang. Sejauh ini, kita masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah barang bukti,” pungkas Pria Jebolan Akademi Kepolisian (AKPOL) 2007.

Diberitakan sebelumnya, oknum calon anggota legislatif (caleg) DPRD Belitung terpilih berinisial PCN dilaporkan ke Polres Belitung, akhir pekan lalu. Politisi salah satu partai ini dilaporkan atas dugaan kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan pembelian sebidang tanah.

Dalam laporan polisi nomor LP/B-70/VIII/2019/BABEL/RESBEL Tanggal 23 Agustus 2019, korban adalah seorang wanita berinisial AG (45). Peristiwa yang dilaporkan terjadi sekira tahun 2016, dengan tempat kejadian rumah makan D04 Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk.

Berdasarkan keterangan pelapor, korban membeli sebidang tanah di Pantai Air Sengkeling, Desa Sijuk, pada tahun 2016 melalui terlapor seharga Rp 400 juta. Setelah pelapor bertemu dengan pemilik tanah, ternyata sudah dijual ke orang lain.

Hal itu dikarenakan terlapor baru memberikan uang ke pemilik tanah tanah sebesar Rp 150 juta. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 400 juta, dan mengadukan ke Polres Belitung agar pelaku dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa membenarkan adanya pelaporan dugaan kasus penipuan dan penggelapan tersebut. Saat itu terlapor baru memberikan uang sebesar Rp 150 juta dan sisanya akan dibayar atau dilunasi.

Namun, hingga sebelum korban AG melaporkan kasus ini, terlapor PCN belum mengembalikan (melunasi) uang tersebut. Merasa tertipu dan dirugikan korban kemudian membuat laporan polisi.

“Saat ini kita masih melakukan penyelidikan. Kemudian dalam waktu dekat, yang bersangkutan (terlapor PCN) akan kita panggil. Dan untuk penetapan tersangka masih belum dilakukan,” kata AKP Erwan kepada Belitong Ekspres, Senin (26/8) kemarin.

Sementara itu, terlapor PCN terkesan enggan berkomentar banyak mengenai dugaan kasus yang sempat menghebohkan Belitung. Beberapa kali telepon dari Belitong Ekspres tidak direspon. Kemudian saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dia menjawab singkat.

Menurut PCN, semua permasalahan yang dialaminya telah selesai. Selain itu, dia juga mengirimkan screenshot chat WA konfirmasi salah satu wartawan media online di Belitung ke pelapor.

Dalam screenshot percakapan singkat tersebut, korban menjawab bahwa sudah selesai dan tidak ada masalah lagi. “Kan sudah dijelaskan, tidak ada masalah,” tegas PCN kepada Belitong Ekspres, Senin (26/8). (kin)