Operasi Lilin Menumbing 2017, Penekanan Fokus Ketersediaan Pangan

by -
Rakor Lintas Sektoral Ops Lilin Menumbing 2017, Aula Patriatama Polres Beltim, Rabu (20/12) kemarin.

//Antisipasi Potensi Kemungkinan Kerawanan

MANGGAR – Menyambut Operasi Lilin Menumbing (OLM) 2017, penekanan difokuskan pada ketersediaan pangan yang seringkali sulit didapat menjelang hari-hari besar. Salah satunya saat menjelang libur Natal dan tahun baru.

“Kegiatan ini sudah dipaparkan di Polda agar dilaksanakan di Polres masing-masing. Kegiatan ini berlangsung setiap tahun dan akan dilaksanakan dengan pelibatan kebersamaan,” ungkap Kapolres Beltim AKBP Erwin Siboro, S.Ik saat menghadiri Rakor Lintas Sektoral OLM 2017, Rabu (20/12) di aula Patriatama Polres Beltim.

Disampaikan Kapolres, OLM tahun ini juga menekankan soal distribusi, kelangkaan maupun kendala pangan lainnya. Satgas diminta bergerak karena ada kekhawatiran lonjakan harga menjelang natal dan tahun baru. Namun dalam penanganannya, distributor, agen maupun pengecer dihimbau tidak menaikkan harga secara sepihak.

“Penekanan pada satgas pangan. Pemda dan kita akan sama melihat mengecek kebutuhan pokok di pasar. Kekhawatiran lonjakan harga menjelang natal dan tahun baru. Ada gejolak masyarakat jika ada oknum tetentu menaikkan harga untuk kepentingan pribadi,” harap Kapolres.

Kesiapan pengamanan wilayah, Kapolres selaku penanggungjawab memastikan keamanan bagi seluruh masyarakat Beltim yang merayakan natal dan malam pergantian tahun. Meski demikian, Kapolres mengajak seluruh pihak saling bersinergi.

“Menjelang natal, gereja sudah dilakukan pengamanan meskipun belum diminta. Pemetaan kerawanan telah dilakukan sehingga tidak perlu khawatir karena sejauh ini kondusifitas terjaga,” kata Kapolres.

Selain itu, OLM 2017 dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan setiap potensi kemungkinan kerawanan. Meskipun kota Manggar relatif kecil dan penduduknya mudah dikenali karena jumlahnya sedikit tetapi masyarakat tidak boleh lengah.

“Sasaran operasi ini, orang masyarakat datang dan keluar melalui darat, udara dan laut. orang baru mudah dikenali, aktifitas warga mudah diketahui. Aktifitas padat tapi orang-orangnya hanya ini saja sehingga diharapkan mudah dikendalikan,” sebut Kapolres.

Khusus jajaran Bhabinkamtibmas, Kapolres meminta mengedepankan preemtif dan prevetif penyelesaian masalah di tingkat bawah. Selama bukan termasuk pidana, para bhabin melibatkan aparatur desa serta tokoh masyarakat dan agama.

“Kamtibmas lebih mengedepankan preemtif permasalahan di RT dan Kadus. Selesaikan dibawah kecuali kasus khusus. Peran tokoh masyarakat, tokoh agama agar bisa dapat membangun komunikasi dengan Bhabin,” harap Kapolres.

Pengamanan objek wisata di Beltim juga menjadi perhatian Kapolres. Personil kepolisian maupun personil lain yang dilibatkan dalam OLM 2017 harus memastikan keamanan di tempat rekreasi.
Sementara itu, Wakil Bupati Beltim Burhanudin menegaskan kegiatan OLM merupakan rutinitas tahunan yang selalu dilakukan evaluasi. Meski demikian, Wabup meminta seluruh Kecamatan membuat daftar potensi masalah yang sewaktu-waktu akan muncul.

“Kondusifitas tetap terjaga tetapi tetap perlu antisipasi pencegahan. Berkenaan dengan situasi kamtib, saya pikir para Kapolsek sudah bisa menginventarisir. Artinya sudah bisa meminimalisir masalah di wilayah,” ujar Wabup.

Wabup juga menyoroti masalah peredaran minuman beralkohol yang biasanya meningkat saat perayaan tahun baru. “Saya minta dilakukan pendekatan kepada pemasok dan penjual untuk tidak menjual kepada anak dibawah umur. Tahun lalu, kecelakaan lalu lintas karena minuman alkohol. Mari bersatu padu melakukan deteksi dini dengan memperkecil setiap masalah di lingkup masing-masing,” pinta Wabup. (msi)