Operasi Yustisi, Pelanggar Prokes Diberikan Peringatan dan Didata

by -
Operasi Yustisi, Pelanggar Prokes Diberikan Peringatan dan Didata
Operasi Yustisi Covid-19 Gang Kim Ting Pasar Tanjungpandan, Senin (21/9) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Tim Gabungan (Timgab) yang terdiri dari TNI /Polri, Pol PP dan BPBD Kabupaten Belitung mulai melakukan Operasi Yustisi Covid-19 di sejumlah kawasan Kota Tanjungpandan, Senin (21/9) kemarin.

Timgab tersebut terbagi menjadi 5 kelompok. Tim 1 melakukan Operasi Yustisi Covid-19 di Jalan Raya Sijuk, kemudian Tim 2 di Jalan Jenderal Sudirman, Tim 3 di area Pasar Sayur Tanjungpandan, Tim 4 di Jalan Lesung Batang dan Tim 5 di Gang Kim Ting Pasar Tanjungpandan.

Dalam operasi tersebut, masyarakat yang tidak memakai masker diberikan teguran peringatan dan didata, sembari diberikan pengarahan agar masyarakat selalu mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes). Apabila ada masyarakat yang berkali-kali melakukan pelanggaran penegakan Prokes, maka terpaksa akan didenda sesuai peraturan pemerintah.

Operasi Yustisi yang juga dalam rangka sosialisasi penerapan sanksi pelanggaran Prokes tersebut dilakukan 6 orang anggota Kodim 0414/Belitung, 15 orang personil Polres Belitung, 8 orang personil Satpol PP Belitung dan 5 orang personil BPBD Kabupaten Belitung.

“Kami tidak akan bosan untuk melakukan operasi Operasi Yustisi Covid-19 bersama-sama Tim Gabungan dari Polri, Satpol PP dan BPBD Kabupaten Belitung dengan tujuan untuk memutus penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Belitung,” ujar Pasi Intel Kodim 0414/Belitung Agus kepada Belitong Ekspres.

Sementara itu Kasat Pol PP Kabupaten Belitung Azhar mengatakan, operasi gabungan ini salah satu tujuannya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang Perbup No 43 Tahun 2020, mengenai sanksi bagi para pelanggar prokes pencegahan Covid-19.

Menurut Azhar, berdasarkan Perbup Nomor 43 tahun 2020, pasal 14 untuk sanksi terhadap yang melanggar prokes yakni berupa teguran lisan, Kerja sosial dan atau Denda sebesar Rp 50 ribu.

“Saya mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi dan mentaati protokol kesehatan. Kalau keluar rumah wajib pakai Masker dan untuk penerapan sanksi sesuai dengan Perbup Nomor 43 Tahun 2020, mudah-mudahn minggu depan sudah bisa dilakukan,” tutupnya. (rez)