P3K Tenaga Guru, BKPSDM Beltim Pastikan Dibuka Tahun 2021

by -
P3K Tenaga Guru, BKPSDM Beltim Pastikan Dibuka Tahun 2021
Kepala BKPSDM Kabupaten Beltim, Yuspian.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Rekrutmen ASN melalui mekanisme Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dipastikan akan dibuka pada tahun 2021. Sejauh ini, formasi tenaga guru sudah terkonfirmasi oleh BKN Pusat dalam beberapa kali rapat via zoom meeting.

“Jadi kita memang di beberapa media sudah ditegaskan oleh Kepala BKN termasuk Menpan bahwa tahun 2021 sudah memastikan ada rekrut P3K. Nah yang sudah ter-confirm adalah P3K tenaga guru,” ujar Kepala BKPSDM Kabupaten Beltim, Yuspian, Rabu (1/6) kemarin.

Dikatakan Yuspian, rekrutmen tenaga kesehatan juga menjadi opsi yang akan dibuka dengan mekanisme P3K pada tahun 2021. Namun kepastian rekrutmen masih menunggu hasil kajian Kementerian, salah satunya terkait kemampuan keuangan Negara.

“Disebut juga di beberapa pertemuan zoom kami bahwa ada rencana untuk (merekrut) tenaga kesehatan. Tapi untuk tenaga kesehatan ini kita belum melihat kepastiannya, karena kebijakan P3K di pusat juga sebab pembayaran gajinya melalui APBN, sama seperti PNS alokasi anggarannya,” jelasnya.

Menyoal kabar mekanisme P3K untuk tenaga guru menggunakan seleksi umum atau khusus, Yuspian mengakui belum mendapatkan kabar atau menerima regulasi dari pusat. Menurut dia, akan ada konsekuensi jika menerapkan rekrutmen P3K melalui seleksi umum maupun khusus (terbatas bagi honorer guru).

“Apakah nanti akan dibuka untuk umum seleksinya atau khusus tenaga honorer seperti sekarang (belum tahu). Tetapi yang jelas (ada) seleksi karena sama dengan rekrutmen PNS, kita lihat kebijakan pusat,” terang Yuspian.

Dia menambahkan, kebutuhan tenaga guru di Kabupaten Belitim cukup tinggi apabila dilihat dari jumlah guru pensiun. Selama ini, pola rekrutmen guru ASN menggunakan sistem angkatan sehingga usia pensiun guru rata-rata bersamaan.

“Tahun ini saja, angka pensiun sekitar 100 orang yang kebanyakan guru. Kalau berbicara kekurangan, kita memang kekurangan karena sampai hari, mengingat pola pengangkatan guru menggunakan angkatan mereka relatif diangkat dalam usia yang sama dan melalui pendidikan yang sama. Begitu pensiun pun sama, istilah kita di Belitung itu namanya pensiun berandun,” bebernya.

Yuspian memastikan, kebutuhan guru di Kabupaten Beltim cenderung meningkat karena jumlah pensiun dengan penerimaan ASN guru tidak bersamaan. Terkait usulan kebutuhan guru dan formasi, BPKSDM sudah mengusulkan dan hanya menunggu persetujuan formasi yang dialokasikan untuk Kabupaten Beltim.

“Formasi sudah kita usulkan dan kita tunggu nanti penetapan dari pusat berapa alokasinya, untuk guru apa saja. Nanti akan ada seleksi apakah umum, khusus dan kriterianya seperti apa, kita tunggu aturan lebih lanjutnya,” ujarnya.

Menurut Yuspian, rekrutmen P3K tetap bersifat kompetisi terbuka. Namun dimungkinkan ada kriteria penilaian lain bagi guru yang sudah berstatus honorer. “Mungkin itu ada tapi nanti, ada aturan teknisnya dikeluarkan. Apakah ada perlakuan istimewa bagi honorer dengan pelamar umum,” tukasnya.

“Termasuk pembatasan usia karena usia P3K sampai 50 an, 1 tahun sebelum usia pensiun masih boleh. Tapi belum tahu teknisnya seperti apa, termasuk masa kontraknya apakah 5 tahun, 3 tahun atau 1 tahun. Kita tunggulah, semua masih berjalan dan update dari pusat,” pungkasnya. (msi)