Pandemi Covid-19 Belum Reda, Takbir Keliling Tahun Ini Ditiadakan

by -
Pandemi Covid-19 Belum Reda, Takbir Keliling Tahun Ini Ditiadakan
Kepala Bagian Kesra Setda Beltim, Sarjana.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pandemi Covid-19 yang belum mereda menyebabkan sejumlah rutinitas awal dan akhir bulan Ramadan ditiadakan.

Terakhir, Pemerintah daerah Kabupaten Belitung Timur dipastikan membatalkan kegiatan takbir keliling guna menghidari berkumpulnya orang dalam jumlah banyak.

“Kalau takbir keliling dan kegiatan dalam satu rangkaian Ramadan, saya pastikan tidak akan dilaksanakan karena biarpun bagaimana Bupati sebagai Ketua Gugus tetap konsisten dengan apa yang telah beliau tetapkan berupa edaran yang diusulkan. Itulah dasar bahwa Beltim tidak akan melakukan itu,” ungkap Kabag Kesra Setda Beltim, Sarjana saat ditemui Belitong Ekspres, Senin (18/5).

Sama halnya dengan Open House di kediaman Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah yang rutin terlaksana setiap tahun. Meski demikian, jika Bupati maupun pejabat lain mau menerima tamu di hari Raya Idul Fitri tentu tidak dilarang.

“Kalau open house, itu kan hak pribadi beliau. Saya tidak dapat berkomentar banyak mengenai hal ini, jadi silahkan konfirmasi ke beliau. Setidak-tidaknya bertanya apakah kegiatan tahunan akan dilanjutkan,” ujarnya.

Sarjana melanjutkan, sehubungan dengan masih maraknya Beltim melakukan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan satu pasien yang dinyatakan positif kemarin alangkah baiknya open house ditiadakan.

“Kalaupun bisa dilaksanakan, asal bisa menjaga jarak, saya rasa tidak masalah. Tapi bagaimana pun, biasanya ada kontak dengan salaman. Ini rawan yang harus diantisipasi,” sebut Sarjana.

Selain itu, Sarjana berharap masyarakat dapat bekerjasama agar penyebaran Covid terputus dan segera berakhir. Apalagi sampai saat ini, peningkatan kasus positif masih cukup tinggi secara nasional.

“Kami menghimbau kepada masyarakat sehubungan masih maraknya penyebatan virus secara nasional dan saat ini ada pembukaan penerbangan yang berpotensi ancaman resiko penularan. Kita tahu bahwa di Jawa saat ini peningkatan kasus masih terjadi setiap hari dan menjadi kekhawatiran kita bersama,” jelas Sarjana.

“Setidak-tidaknya pengalaman dari pasien positif yang sebelumnya tidak merasakan apa-apa, itu dapat menjadi acuan bahwa pada dasarnya semua orang mempunyai potensi menularkan dan menulari. Itu intinya dan tidak kita harapkan apalagi ditemukan di daerah kita,” pungkasnya. (msi)

Editor: Yudiansyah