Pantai Tanjung Tinggi Tetap Jadi Area Publik

KOMPAK: Direktur PT Ranati Asriningati dan Bupati Belitung Sahani Saleh.

* PT Ranati Jelaskan Rencana Pengalihan Jalan

belitongekspres, TANJUNGPANDAN – Direktur PT Putra Ciptawahana Sejati (Ranati) Asriningati menegaskan, tidak ada wilayah private (tertutup) dalam rencana pembangunan di kawasan Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Pantai Bilik Tanjung Tinggi, tetap jadi ruang terbuka hijau dan milik publik.

iklan swissbell

Hal itu disampaikan Asriningati menjawab keresahan masyarakat dalam aksi penolakan rencana pengalihan jalan umum depan Lor In Tanjung Tinggi. Asriningati juga meluruskan tudingan, yang menyebut pihak pengembang tidak pernah melakukan koordinasi dan sosialisasi atas rencana tersebut.

Menurutnya, rencana pengalihan jalan itu sudah dirapatkan dengan Jajaran Pemda Belitung cq Bupati dan jajarannya. Termasuk dengan pihak Provinsi cq Gubernur dan Wagub dan Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel).

Tak hanya itu, rencana pengalihan jalan juga sudah dirapatkan dengan langsung Camat Sijuk, Kepala Desa Tanjung Tinggi dan Ketua BPD Tanjung Tinggi. Bahkan rencana rinci pembangunan diberikan kepada camat dan jajaran pemerintah desa di Kantor PT Ranati.

“Dalam pertemuan mereka (Camat dan Jajaran Pemerintah Desa) akan mensosislisasikannya dengan warga, dan akan menginfokan kembali pada kami. Sampai sekarang belum ada info balik apa-apa dari mereka. Jadi mestinya tidak ada apa-apa,” ujar Direktur PT Ranati.

Asriningati menjelaskan, pemasangan Baliho tentang alternatif jalan baru Tanjung Tinggi tersebut sesegera mungkin adalah atas permintaan Wagub, Bupati dan Camat di depan jajaran Aparat Desa Tanjung Tinggi saat itu.

Kepada Belitong Ekspres, Asriningati memaparkan ada beberapa tujuan dari proses pengalihan jalan menuju Pantai Bilik atau Tanjung Tinggi. Pertama, untuk pembangunan lapangan golf yang holenya berhadapan langsung dengan pantai. Kedepan hole eksklusif itu bakal jadi tempat pertandingan golf internasional.

“Syarat untuk menggelar pertandingan golf internasional harus memiliki holenya yang menghadap ke pantai,” ujar Asringati kepada Belitong Ekspres usai menghadiri peresmian pembukaan Swiss-Belresort Tanjung Tinga Belitung, Selasa (29/1).

Kedua, lanjut Asriningati rencana pengalihan dengan pembuatan jalan baru di belakang Villa Lor In, bertujuan agar wisatawan lebih aman saat hendak menyebrang, dan tidak akan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Dia kembali menjelaskan, mengenai masalah pengalihan jalan yang sudah ada saat ini tidak akan dirusak. Kedepan, jika hole golf sudah selesai ruas jalan itu bakal dirapikan dan ditimbun dengan pasir putih.

Kemudian, akses jalan ditutup dan hanya diperbolehkan untuk pengguna sepeda dan pejalan kaki.
Mengenai lokasi yang menjadi ikon pariwisata Belitung yakni Tanjung Tinggi, PT Ranati berkomitmen tidak akan mengkomersilkan kawasan pantai yang identik dengan bebatuan granit raksasa tersebut.

Sebanyak 11 Hektar di area Tanjung Tinggi bebas untuk publik. Namun, dari jalan hingga bibir pantai akan disterilkan. Bahkan pihak PT Ranati sudah menyiapkan rencana pembangunan Ruko untuk masyarakat berjualan.

“Rencana kita akan dibangun Ruko untuk penempatan warung warga di jalan existing Tanjung Tinggi saat ini. Jika nantinya sudah dibuat sebagai perluasan sarana pantai, justru akan meningkatkan ekonomi warga sekitar,” terang Asriningati.

Asriningati menambahkan, untuk pembangunan kawasan Pantai Tanjung Tinggi dilakukan secara bertahap. Saat ini, PT Ranati masih fokus ke pembangunan lapangan golf. Kemungkinan, mengenai pengalihan jalan hingga rekokasi pedagang akan dilakukan tahun depan.

“Persyaratan administratif pembuatan jalan baru masih terus diproses. Justru kami menunggu follow up dari Instansi terkait. Jika ingin Pulau Belitung maju sebagai salah satu ikon pariwisata di Indonesia, sebaiknya hambatan-hambatan/kerikil-kerikil kecil, janganlah dijadikan batu sandungan investasi, yang sudah disodorkan pihak Pengusaha/Investor DN atau LN,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) mengaku geram dengan adanya aksi demo yang terjadi beberapa waktu lalu. Sanem mensinyalir aksi itu adanya unsur kepentingan tertentu. Maka dari itu, jika ada aspirasi disampaikan langsung.

Menurutnya, proses pengalihan jalan bukan suatu masalah. Sebab, hanya pemindahan sedikit dari lokasi (depan Lor In), dan dibuatkan jalan baru. Prosesnya juga telah berlangsung lama, dan saat ini sudah berada di Kementerian PUPR.

“Hal ini dilakukan bukan hanya untuk kepentingan pariwisata, melainkan untuk rakyat Belitung. Kita mengalihkan jalan bukan untuk satu dua hari, tapi untuk anak cucu kita kedepan,” tegas Sanem.

Dirinya pun mengapresiasi PT Ranati yang sudah berinvestasi di Belitung. Apa yang dilakukan pihak pengembang kata dia sangat membantu penyerapan tenaga kerja lokal. Terutama, masyarakat sekitar yang setiap hari bekerja di lokasi tersebut. “Belum lagi, masyarakat lain, yang dipekerjakan di hole golf nanti,” tandas Sanem. (yud/kin)

author

Author: 

Leave a Reply