Papua Barat Tidak Targetkan Medali

by -2 views

MANGGAR – Kontingen Atletik dari Provinsi Papua Barat tidak menargetkan medali pada pelaksanaan Kejuaraan Atletik Laskar Pelangi Open (KALPO) 2016 di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Mereka hanya menjadikan kejuaraan ini sebagai eksebisi perkenalan awal dan ajang mencari pengalaman bagi atlet-atlet yunior mereka.
Pelatih Tim Papua Barat, Bayu Kamunandiwan kepada wartawan, Selasa (17/5) kemarin, mengatakan Kontingen Papua Barat hanya akan menurunkan 8 orang atlet-atlet junior. Mereka akan turun di dua nomor, yakni nomor 100 meter putra –putri dan 400 meter putra.
“Kita hanya akan turun di dua nomor tersebut, karena atlet kita yang siapnya hanya di nomor itu saja. Nomor-nomor teknis lainnya sengaja tidak kita turunkan. Makanya dalam ajang ini kita tidak menargetkan medali, ini pertama kali mereka akan turun pada kejuaraan atletik,” ungkap Bayu.
Didampingi pelatih lainnya yang juga mantan Atlet Nasional Atletik dari Papua Barat, John Herman Murray, Bayu menambahkan tidak turunnya atlet senior mereka dikarenakan saat ini mereka tengah fokus persiapan untuk ajang PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat.
“Waktunya berdekatan dengan ajang PON, jadi kita tidak bisa turunkan atlet senior. Mereka soalnya sedang latihan persiapan ajang PON nanti,” ujarnya.
Meski begitu Ia menyangkal jika ajang KALPO kurang bergengsi. Malah Ia menyatakan ajang ini harus terus ada agar bibit-bibit atlet dari tiap daerah dapat, dibina dan diasah kemampuannya.
“Kita malah sudah tiba di sini sejak tanggal 14 Mei lalu. Kita melihat ajang ini juga penting, khususnya untuk melatih mental tanding dan kemampuan atlet. Makanya kita sengaja datang jauh-jauh hari agar atlet kita kenal dengan lapangan dan terbiasa,” katanya.
Sementara itu, mantan Atlet Nasional Atletik dari Papua Barat, John Herman Murray yang juga pelatih kontingen Papua Barat memuji fasiltas atletik yang dimiliki oleh Stadion Belitung Timur Pelangi. Ia menyatakan lintasan atletik yang ada sangat luar biasa bahkan melebihi stadion yang dimiliki oleh kebanyakan Provinsi di Indonesia.
“Kalau Saya melihat fasilitasnya luar biasa, khususnya untuk lintasan atletik. Untuk ukuran stadion Kabupaten sudah bagus itu, bahkan melebihi stadion-stadion Provinsi,” puji John.
Atlet yang pernah berjaya di pertengahan tahun 2000 ini berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat menjaga fasiltas yang ada. Ia juga berharap ajang seperti KALPO akan terus diadakan untuk kemajuan atletik di tanah air.
“Ke depan even ini harus jalan terus ini kan untuk proses pembibitan atlet ke depan. Sayang kan ada fasiltas bagus tapi tidak diberdayakan,” tutupnya. (feb)