Para Nelayan Itu Tak Bersalah

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Dalam Putusan Praperadilan Kasus Penangkapan Ikan Ilegal

TANJUNGPANDAN-Sidang praperadilan Nelayan Romdoni Nahkoda Kapal Pelangi dan Sapirulloh Nahkoda Kapal Intan Laut dengan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Belitung Timur, di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Jumat (19/6), kemarin memutuskan para nelayan tidak bersalah. Artinya, Majelis Hakim menyatakan dugaan penangkapan iklan tidak sah yang dituduhkan pada nelayan tidak terbukti.
Hakim Ketua yang memimpin sidnag Narendra SH memutuskan, Romdoni dan Sapirulloh tidak bersalah, dengan artian sidang dimenangkan para nelayan ini. Dengan keputusan ini, Majelis Hakim meminta pihak DKP Beltim membebaskan para nelayan dan barang-barang mereka yang telah disita.
“Setelah kami menimbang dari bukti-bukti dokumen dan pengakuan masing-masing saksi, kami dengan ini kami putuskan, Pemohon (Nelayan,red) tidak bersalah dan tidak melanggar aturan,” ujar Hakim Narendra.
Meski para nelayan tersebut dibebaskan, namun, tuntutan dari nelayan untuk mengganti rugi ikan yang sudah busuk dan kerugian imateriil dalam bentuk permintaan maaf pihak DKP Beltim ke media massa tidak dikabulkan.
“Dengan turunnya keputusan ini, maka pihak DKP Beltim wajib mengembalikan barang-barang dan dokumen kapal yang mereka (DKP) sita,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengacara DKP Beltim Roniyus SH mengatakan, dirinya menerima putusan tersebut dengan lapang dada. Menurutnya, hakim yang memimpin sidang ini, sangat adil dalam menentukan keputusan. 
“Saya terima. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Dan ini adalah hasil yang terbaik,” ujar Pengacara DKP Beltim ini kepada Belitong Ekspres, usai persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, kemarin.
Terpisah, kuasa hukum para nelayan Gunawan SH mengaku senang dengan keputusan ini. Menurutnya, Hakim sangat bijak dalam mengambil keputusan. “Setelah ini kita akan ke DKP Beltim untuk meminta berkas-berkas tersebut,” katanya.
Untuk selanjutnya, pihak nelayan akan menentukan langkah. Mereka akan menuntut kembali DKP Beltim. Namun, Gunawan enggan berkomentar mengenai tuntutan apa yang akan dilayangkan ke DKP Beltim. “Intinya kita akan menuntut kembali DKP Beltim. Dengan tututan yang lain,” pungkasnya.(kin)

Rate this article!
author

Author: