Paripurna 4 Raperda Belum Pasti

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Padahal, Permintaan DPRD Telah Dipenuhi Eksekutif
*Isyak Ingatkan Wakil Rakyat untuk Lebih Elegan dan Instropeksi Diri

TANJUNGPANDAN-Boikot sebagai upaya bargaining yang dilakukan sejumlah anggota dan Pimpinan DPRD Belitung terhadap paripurna empat Raperda, ternyata efektif. Buktinya, tuntutan para anggota DPRD soal beberapa item anggaran perjalanan dinas sudah dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Belitung melalui revisi Peraturan Bupati sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 53 Tahun 2014 tentang Standar Biaya Masukan.
Sayangnya, setelah keinginan para wakil rakyat ini dipenuhi oleh eksekutif, penjadwalan kembali paripurna yang gagal pekan lalu, hingga kini belum ada kepastian. Bahkan, gelagat adanya rapat badan musyawarah (banmus) DPRD pun untuk agenda paripurna  untuk sejumlah produk hukum tersebut, sampai Selasa (17/2), kemarin belum ada kabarnya. Akibatnya, komitmen wakil rakyat tentang dukungan terhadap percepatan pembangunan Belitung dipertanyakan. Dan, pertanyaan itu justru datang dari kalangan DPRD Belitung sendiri.
Plt Sekertaris Dewan Kabupaten Belitung, B Maya Hasibuan saat dikonfirmasi Belitong Ekspres, Senin (16/2) lalu membenarkan adanya revisi Perbup soal perjalanan dinas anggota DPRD. Hanya saja, untuk jadwal pelaksanaan sidang paripurna DPRD, Maya  mengaku tidak tahu. “Saya tinggal menunggu perintah dari Pak Ketua (DPRD,Red) saja. Sebab, kewenangan saya hanya sebatas menjalankan yang berkaitan dengan administrasi saja,” kata Plt Sekwan di ruang kerjanya.
Maya menjelaskan, bahwa komitmen yang menyangkut hak-hak anggota legislatif sudah dipenuhi. Sebut saja mengenai dana operasional, pedoman perjalanan dinas hingga hak untuk mendapatkan tenaga ahli fraksi, semua sudah dianggarkan bersama-sama sebelumnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Isyak Meirobie menginginkan dilakukannya rapat Banmus sesegera mungkin. “Saya maunya Banmus. Tapi, kalau mayoritas tidak mau, tidak akan pernah bisa dilaksanakan,” kata Cak Robie, sapaan akrabnya.
Isyak  meminta agar semua pemimpin di daerah khususnya yang terlibat dalam pemerintahan daerah, untuk instrospeksi diri, bercermin kepada situasi susah yang sedang dan akan dihadapi rakyat Belitung. “Agenda-agenda pemerintahan daerah yang berpengaruh kepada kepentingan masyarakat, tidak saatnya lagi untuk ditunda-tunda. Perlu kita kembali ke jalan yang lurus agar kekecewaan publik tidak semakin besar,” ingatnya.
Sebagai unsur pimpinan di DPRD, Cak Robie meminta kepada saudara Bupati Belitung untuk memimpin dimulainya komunikasi politik secara intens. Jangan elit yang bertengkar, rakyat jadi sengsara. “Cukup lah politik itu hanya saat perebutan kekuasaan, sekarang kerja yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Politisi yang dianugerahi gelar Datuk Amanah Negeri lebih jauh menyatakan, perbedaan pandangan dan kepentingan yang ada, harusnya dipertemukan oleh kebutuhan umum. Kalau terus terusan demikian, bukan hanya pembangunan yang tertunda. Namun, akan memberi contoh buruk kepada generasi muda, bahwa politik itu selalu jadi mimpi buruk,” koarnya.
Karena itu, Ketua DPD Partai NasDem Belitung ini berharap agar rapat badan musyawarah (Banmus) DPRD Belitung segera dilaksanakan dengan Bupati untuk agenda paripurna terkait pembahasan empat raperda Kabupaten Belitung. “Fungsi legislasi DPRD juga perlu di laksanakan sebagai upaya percepatan pembangunan. Dan apabila ada permasalahan dengan Bupati, saya persilahkan kawan-kawan anggota DPRD menggunakan hak interpelasi-nya (bertanya,red) dan hak angket-nya (menyelidiki,red).Ini jauh lebih elegan dan konstitusional, sesuai UU MD3 dan sesuai Peraturan Tata tertib DPRD No 1 Tahun 2014,” tandasnya.
Seperti diberitakan BE sebelumnya, gagalnya paripurna DPRD yang hendak membahas empat raperda, pada Selasa (10/2),  diindikasikan ada faktor kesengajaan. Jika tak bisa dikatakan boikot, batalnya paripurna yang sudah dijadwalkan badan musyawarah (Banmus) DPRD itu, faktanya akibat tak tercapainya kuorum menyusul absennya sejumlah anggota DPRD yang belum diketahui secara jelas alasannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres di Gedung Dewan, dalam rapat Banmus ada beberapa kesimpulan terkait agenda paripurna yang telah disepakati bersama dengan pihak eksekutif, Pemkab Belitung. Di antaranya, rapat paripurna ke-II dilaksanakan pada Selasa 10 Pebruari 2015 tentang pemandangan umum Fraksi DPRD Belitung terhadap empat raperda.
Lantas, pada tanggal 16 Pebruari sampai 8 Maret 2015 di agendakan paripurna ke-III terkait jawaban eksekutif dilanjutkan dengan pembahasan pansus. Selanjutnya, tanggal 9 Maret 2015 paripurna ke-IV terkait pengambilan keputusan DPRD Belitung atas penyampaian raperda Badan Usaha Pelabuhan PT Pelabuhan Tanjung Batu. Dan agenda yang terakhir tanggal 31 Maret 2015 mengenai pengambilan keputusan tiga raperda, yakni raperda produk hukum daerah, Izin gangguan dan raperda bangunan Gedung.(mg2)

Baca Juga:  Pemda Beltim Bantu ASN Berangkat Umroh

Rate this article!
Tags:
author

Author: